Gusdurian Lombok Sayangkan MUI yang Keluarkan Maklumat Natal
Cari Berita

Advertisement

Gusdurian Lombok Sayangkan MUI yang Keluarkan Maklumat Natal

Duta Islam #01
Sabtu, 21 Desember 2019

jumaili gusdurian lombok mengutuk  mui terkait ucapan selamat natal
Gusdurian sayangkan MUI Lombok soal ucapan Selamat Natal.

Dutaislam.com - Komunitas Gusdurian Lombok menyayangkan sikap Majelis Ulama Indonesia (MUI) Propinsi NTB yang mengeluarkan maklumat melarang dan mengharamkan mengucapkan selamat natal berikut aktifitas-aktifitas agama lain di luar agama Islam.

Salah seorang penggerak Gusdurian Lombok Ahmad Jumaili, Jum’at (20/12/2019) di Mataram mengatakan, sikap MUI ini berpotensi mengganggu hubungan kerukunan ummat beragama di NTB. Terlebih lagi karena narasi-narasi yang dipakai berpotensi menyinggung perasaan ummat agama lain, atau saudara-saudara muslim yang pendapatnya berbeda dengan MUI.

Dikatakan Jumaili, di internal Islam sendiri, pendapat para ulama perihal hukum seorang muslim mengucapkan selamat natal tidak hitam putih. Ada ulama yang berpendapat haram, makruh dan tak sedikit yang mengatakan boleh atau mubah.

Di antara ulama-ulama yang membolehkan kata Jumaili adalah Syaikh Abdurrahman Al-Buthi (Suriah), Syech Abdus Satar Al Azhar (Mesir), Wahbah Zuhaili, Yusuf Qardhawi dan puluhan ulama-ulama yang lain.

"Tak ada larangan satupun dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah terkait mengucapkan selamat natal, ini soal khilafiyah yang seharusnya MUI menyikapinya dengan lebih bijak," ujar Jumaili.

hukum mengucapkan natal menurut mui lombok
Maklumat MUI soal Ucapan Selamat Natal.

Menurut Alumni Ponpes Salafiyah Syafiiyah Situbondo ini, mengucapkan selamat Natal hanyalah bagian dari etika bertetangga dengan non muslim. Rasulullah sendiri, tambahnya, menyebut ada hak-hak tetangga yang mesti dihormati sehingga seorang Mu'min yang tak menghormati tetangganya disebut tidak memiliki kesempurnaan iman.

"Saya rasa MUI NTB berlebihan, ini bukan soal akidah. Apakah jika saya mengucapkan selamat natal kepada teman saya lalu otomatis saya mengakui ajaran kristen, kan tidak? Atau mereka mengucapkan Selamat Idul Fitri lantas mereka menjadi islam kan juga tidak?" Tegasnya.

Untuk itu, Ahmad Jumaili mengharapkan MUI NTB lebih berhati-hati mengeluarkan maklumat atau himbauan apapun yang berpotensi mengganggu kerukunan ummat beragama yang sudah terbangun harmonis di NTB.

"Saya lebih setuju MUI NTB fokus menggarap agenda-agenda produktif seperti membantu membangun pendidikan dan ekonomi ummat, ketimbang mengeluarkan fatwa-fatwa atau maklumat yang berpotensi memancing perdebatan yang tidak perlu di masyarakat," pungkasnya. [dutaislam.com/ab]

Keterangan:
Berita ini disadur dari qolama.com.

Jual Kitab Kuning Pethuk
close
Iklan Flashdisk Kitab 32 GB