Tafsir Surat Lukman Ayat 17, Kesinambungan Tauhid dengan Amal
Cari Berita

Advertisement

Loading...

Tafsir Surat Lukman Ayat 17, Kesinambungan Tauhid dengan Amal

Duta Islam #04
Senin, 11 November 2019
Loading...

Penjelasan kandungan Surat Lukman ayat 17 (sumber: istimewa)
Surat Lukman mengandung beragam persoalan dalam kehidupan, terutama permasalah pendidikan. Surat Lukman satu sama lain saling berkaitan.

DutaIslam.Com - Surat Lukman ayat 17 berkaitan dengan ayat sebelumnya. Pada ayat sebelumnya, Allah SWT menjelaskan tentang ilmuNya yang begitu luas dan tak terhingga. Sehingga, sekecil apapun perbuatan makhluknya dapat diketahui semuanya.

Sementara Surat Lukman ayat 17 membincang konsekuensi dari merasakan pengawasan Allah SWT, mengharapkan apa yang ada di sisi-Nya, yakin kepada keadilanNya, dan takut terhadap pembalasan dari-Nya. Kemudian, Surat Lukman ayat 17 menyeru dakwah kepada manusia agar memperbaiki keadaan mereka, serta menyuruh mereka kepada yang makruf dan mencegah mereka dari yang mungkar.

Baca: Tafsir Surat Lukman Ayat 16, Balasan Setiap Amal

Surat Lukman ayat 17 juga menyerukan umat manusia untuk mengerjakan shalat. Sebab orang yag mengerjakan shalat berarti menghadap dan tunduk kepada Nya. Dan di dalam shalat terkandung pula hikmat lainnya, yaitu dapat mencegah orang yang bersangkutan dari perbuatan keji dan mungkar.

يَا بُنَيَّ أَقِمِ الصَّلَاةَ وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَاصْبِرْ عَلَىٰ مَا أَصَابَكَ ۖ إِنَّ ذَٰلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ

"Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah)"

Surat Lukman ayat 17 menggambarkan bagaimana Lukman mengajarkan anaknya perihal relasi Tuhan dan manusia. Lukman memberikan nasihat yang dapat menjalin kesinambungan Tauhid serta kehadiran Illahi dalam kalbu sang anak.

Beliau berkata sambil tetap memangiilnya dengan panggilan mesra: wahai anakku sayang, laksanakanlah shalat dengan sempurna syarat, rukun dan sunnahsunnahnya. Dan di samping engkau memperhatikan dirimu dan membentenginya dari kekejian dan kemungkaran, anjurkan pula orang lain berlaku serupa. Karena itu perintahkanlah secara baik-baik siapapun yang mmapu engkau ajak mengerjakan yang ma'ruf dan cegahlah mereka dari kemungkaran.

Lukman mengingatkan kepada anaknya bahwa akan mengalami banyak tantangan dan rintangan dalam melaksanakan tuntunan Allah. Oleh karena itu, tabah dan sabar terhadap apa yang menimpamu dalam melaksanakan beragam tugas adalah kunci utama.

Sesungguhnya yang demikian itu yang sangat tinggi kedudukannya dan jauh tingkatnya dalam kebaikan yakni shalat, amar ma'ruf dan nahi mungkar atau kesabaran termasuk hal-hal yang diperintah Allah agar diutamakan, sehingga tidak ada alasan untuk mengabaikannya.

Nasihat Lukman di atas menyangkut hal-hal yang berkaitan dengan amal-amal shaleh yang puncaknya adalah shalat, serta amalamal kebajikan yang tercermin dalam amar ma'ruf dan nahi mungkar. Nasihat ini juga berupa perisai yang membentengi seseorang dari kegagalan yaitu sabar dan tabah. Menyuruh untuk mengerjakan ma'ruf, mengandung pesan untuk mengerjakannya terlebih dahulu bagi dirinya sendiri, karena tidaklah wajar menyuruh sebelum diri sendiri mengerjakannya.

Demikian juga melarang kemungkaran, menuntut agar yang melarang terlebih dahulu mencegah dirinya. Di sisi lain membiasakan anak melaksanakan tuntunan ini menimbulkan dalam dirinya jiwa kepemimpinan serta kepedulian sosial.

Baca: Tafsir Surat An-Nisa Ayat 150, Tebang Pilih dalam Beriman

Kata ma'ruf pada yat ke-17 adalah yang baik menurut pandangan umum suatu masyarakat dan telah mereka kenal luas, selama sejalan dengan al-khair (kebajikan), yakni nilai-nilai Ilahi. Mungkar adalah sesuatu yag dinilai buruk oleh mereka serta bertentangan dengan nilai-nilai Illahi.

Seorang yang sabar, akan menahan diri, dan untuk itu memerlukan kekukuhan jiwa, dan mental baja, agar dapat mencapai ketinggian yang diharapkannya.Sabar adalah menahan gejolak nafsu demi mencapai yang baik atau yang terbaik.

Kata عزم dari segi bahasa berarti keteguhan hati dan tekad untuk melakukan sesuatu. Kata ini berpathron atau mashdar, tetapi maksudnya adalah obyek, sehingga makna penggalan ayat itu adalah shalat, amar ma?ruf dan nahi mungkar, serta kesabaran merupakan halhal yang telah diwajibkan oleh Allah untuk dibulatkan atasnya tekad manusia.

Thabatha?i menjelaskan makna bersabar yakni menahan diri termasuk dalam ?zm dari sisi bahwa azm bermakna tekad dan keteguhan, akan terus bertahan selama masih ada sabar. Dengan demikian, kesabaran diperlukan oleh tekad serta kesinambungannya. [dutaislam.com/in]
Loading...