Reuni 212, Mengapa PA 212 Miskin Kepercayaan?
Cari Berita

Advertisement

Loading...

Reuni 212, Mengapa PA 212 Miskin Kepercayaan?

Duta Islam #03
Selasa, 05 November 2019
Loading...

Aksi 212. Foto: Istimewa.
DutaIslam.Com - Persaudaraan Alumni (PA) 212 berencana menggelar reuni Alumni 212 di Monumen Nasional (Monas) Jakarta pada 2 Desember 2019. PA 212 mengklaim bahwa agenda tersebut merupakan agenda rutin tahunan.

Diakui Slamet Ma'arif bahwa saat ini pihaknya masih mematangkan rencana reuni alumni 212. "Masih dibahas," kata Slamet, Ahad (03/11/2019) dikutip dari CNNIndonesia.com.

Yang menarik dari rencana kegiatan tersebut adalah poster sebagaimana beredar di media sosial. Sejumlah poster acara reuni yang beredar di media sosial menyebut acara bertajuk "Munajat untuk Keselamatan Negeri: Maulid Agung dan Reuni Alumni 212" juga akan dihadiri Imam Besar FPI Habib Rizieq.

"Insya Allah akan dihadiri IB-HRS." Demikian dalam poster tersebut.

Di satu sisi, publik tahu bahwa Habib Rizieq yang berada di Mekah belum bisa pulang ke Indonesia lantaran terjerat pelanggaran pasport (overstay).

Upaya pemulangan Habib Rizieq terus dilakukan oleh para pendukungnya. Yang terakhir, PA 212 bahkan meminta agar diangkatnya Prabowo menjadi Menteri Pertahanan bisa memberikan solusi atas kepulangan Habib Rizieq. Dan sampai sekarang belum ada kabar kepastian mengenai kepulangan Habib Rizieq.

Di tengah-tengah ketidakjelasan itu, PA 212 berani menyatakan bahwa Rauni PA 212 akan dihadiri Habib Rizieq. Tentu dengan kata "Isya-Allah" sebagaimana dalam poster merupakan sebuah isyarat ketidakpastian. Umat Islam tahu kata "Insya-Allah" bermakna "Jika Allah mengijinkan". Andai pun Habibr Rizieq belum bisa pulang saat acara tidak menanggung dosa atau ingkar janji.

Dalam sudut pandang komunikasi, membawa nama Habib Rizieq sebenarnya bisa dimaknai sebuah keinginan agar Reuni PA 212 dihadiri banyak orang, terutama pada pendukung Habib Rizieq. Hal ini mengingat Habib Rizieq bisa dikatakan sebagai icon FPI dan PA 212.

Di sisi lain, kita juga memaknai bahwa PA 212 sedang menurunkan kredibilitasnya. PA 212 sedang menurunkan kepercayaan publik karena semua orang tahu bahwa kepulangan Habib Rizieq masih belum jelas, tetapu PA 212 dengan sesumbar berani membawa nama Habib Riziq. Dan sepanjang perjalanan PA 212, blunder ilah yang sering dilakukan PA 212.

Semua itu bisa kita lihat dari sejumlah pernyataan dan keputusan politik PA 212 selama rangkaian Pilpres 2019. Keputusan Ijtima Ulama yang digelar berkali-kali hanya sebatas omongan kosong, selalu berubah-ubah, dan tuduhan-tuduhannya tidak pernah terbukti.

Selebihnya, kita hanya bisa berdoa Habib Rizieq segera bisa pulang ke Indonesia agar kredibilitas PA 212 tidak semakin turun. [dutaislam.com/pin]

 



close
Banner iklan disini