Rahasia Keberkahan Kitab Al-Ajurumiyah
Cari Berita

Advertisement

Loading...

Rahasia Keberkahan Kitab Al-Ajurumiyah

Duta Islam #04
Sabtu, 02 November 2019
Loading...

Penjelasan kitab al-Ajurumiyah (sumber: istimewa)
DutaIslam.Com - Siapa yang tidak kenal kitab al-Ajurumiyah? Kitab yang fenemonal di kalangan pengkaji ilmu nahwu. Kitab ini dipelajari oleh banyak orang di belahan dunia.

Meskipun kitab al-Ajurumiyah kecil dan ringkas, akan tetapi kitab ini mejadi dasar dalam mempelajari gramatikal Bahasa Arab. Orang Jawa bilang, kitab Jurumiyah itu “gedhe sak kuping lawa”.

Ungkapan tersebut menggambarkan begitu besarnya barokah kitab al-Ajurumiyah. Hal itu dibuktikan banyak pesantren dan madrasah di seluruh dunia membaca dan mengkaji kitab Jurumiyah.

Kiai Musthofa Aqiel menjelaskan, Imam as-Shonhaji sebelum mengarang kitab al-Ajurumiyah terlebih dahulu mempertimbangkan keadaan, waktu dan tempat. Beliau menulis kitab al-Ajurumiyah di depan Ka’bah pada bulan Ramadhan di malam hari.

Bulan Ramdhan merupakan sayyidus syuhur. Kemudian Ka’bah adalah baitullah atau al-ardhu muqoddasah. Beliau mulai menulis setelah melakukan ibadah thawaf, shalat tarawih dan berdzikir. Maka dari itu, barokah kitab al-Ajurumiyah sangat besar dan agung.

Jurumiyah Kempek

Kitab al-Ajurumiyah juga merupakan salah satu kurikulum wajib bagi para santri di pesantren KHAS Kempek. Kitab al-Ajurumiyah menjadi modal utama memahami kitab kuning. Santri senior pernah mengatakan kepada penulis, khatam Jurumiyah Kempek, Insya Allah bisa baca kitab gundul.

Di pesantren KHAS Kempek, kitab al-Ajurumiyah yang digunakan sebagai pegangan para santri dalam memahami ilmu nahwu adalah kitab Zubdah an-Naqiyah fi Tarjamah al-Ajurumiyah. Kitab ini merupakan karangan Kiai Aqiel Siroj selaku muassis Pondok Pesantren KHAS Kempek, Cirebon (dulu MTM).

Jurumiyah Kempek, begitulah para santri menyebut Zubdah an-Naqiyah fi Tarjamah al-Ajurumiyah. Dikatakan demikian, karena karya Kiai Aqiel mempunyai ciri khas tersendiri dengan kitab syarah Jurumiyah lainnya.

Kiai Aqiel menyajikan penjelasan setiap materi di matan al-Ajurumiyah dengan lugas dan jelas. Dalam setiap penjelasannya, Kiai Aqiel juga menyertakan syawahid berikut contoh-contohnya. Sehingga, para santri mudah memahami matan kitab al-Ajurumiyah.

Misalnya, Kiai Aqiel menjelaskan bab kalam dengan menyajikan ta’rif atau definisi kalam. Kemudian, beliau menjabarkan penjelasan ta’rif kalam beserta contohnya. Begitulah Kiai Aqiel dalam menyusun kitab Zubdah an-Naqiyah fi Tarjamah al-Ajurumiyah.

Sistematika dan gaya kepenulisan Kiai Aqiel dalam mengarang kitab tersebut merupakan ciri khas dan keistimewaan tersendiri. Kitab ini dulu ditulis tangan langsung oleh Kiai Aqiel sendiri dengan menggunakan bahasa pegon. Ya, meskipun sekarang ada versi cetaknya.

Bagi santri Kempek, kitab Zubdah begitu besar manfaatnya dalam memahami matan kitab al-Ajurumiyah. Semoga kita semua mendapatkan keberkahan dari beliau, sehingga kita semua dapat mengamalkan apa yang telah dipelajari di pesantren dengan baik. [dutaislam.com/in]

close
Banner iklan disini