Apresiasi UU Pesantren, Rais Syuriah PWNU Jateng: Harus Terus Dikawal
Cari Berita

Advertisement

Loading...

Apresiasi UU Pesantren, Rais Syuriah PWNU Jateng: Harus Terus Dikawal

Duta Islam #02
Jumat, 01 November 2019
Loading...

Rais Aam PBNU KH Miftachul Ahyar dan KH Ubaidillah Shodaqoh dalam acara Naharul' Ijtima yang diadakan RMI PWNU Jateng, Kamis (31/10/2019).

DutaIslam.Com - Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah KH. Ubaidullah Shodaqoh mengapresiasi lahirnya Undang Undang No. 18 Tahun 2019 tentang Pesantren (UUP). Kiai Ubaid mengatakan, UUP  merupakan usaha para kader NU di parlemen untuk mempertahankan eksistensi dan independensi pesantren.

"Kita apresiasi usaha cerdas seluruh pihak dalam melahirkan UU ini. Hal ini semata-mata untuk mempertahankan eksistensi pesantren," kata Kiai Ubaid dalam acara Naharul' Ijtima yang diadakan RMI PWNU Jateng, Kamis (31/10/2019).

Tentu saja, lanjutnya, pengawalan peraturan turunan dan pelaksanaanya setelah disahkannya UU ini harus terus dilakukan oleh berbagai pihak termasuk RMI sebagai lembaga di bawah NU yang membidani Pesantren, sehingga pesantren mampu mengambil manfaat dari UUP.

"RMI harus menjadi garda depan sosialisasi dan penyiapan Pesantren-pesantren NU pasca UUP," kata Kiai Ubaid.

"Dalam hal pengawalan setelah disahkan pemerintah. Undang-Undang ini harus terus dikawal hingga pesantren mampu mengambil manfaat dari UUP. Selain itu, PWNU Jateng sedang menyusun tim untuk mengawal UUP ini," imbuhnya.

Menurut Sekretaris RMI PWNU Jateng, KH. Abu Choir, RMI PWNU Jateng telah siap dan mulai melakukan sosialisasi dan penyiapan Pesantren pasca UUP ke Pengurus Cabang NU dan Pesantren.

"Permintaan sosialisasi UU Pesantren juga terus berdatangan dari pengurus RMI PCNU se-Jateng dan juga Pesantren," ujarnya.

Kiai Abu Choir juga mengatakan, dengan hadirnya kegiatan Naharul' Ijtima ini, RMI PWNU berharap banyak ide-ide terobosan yang bisa ditangkap untuk bisa lebih memajukan pesantren secara umum. [dutaislam.com/gg]

close
Banner iklan disini