UAS Datang ke Kudus, Gusjigang Dipertanyakan
Cari Berita

Advertisement

Loading...

UAS Datang ke Kudus, Gusjigang Dipertanyakan

Duta Islam #01
Kamis, 10 Oktober 2019
Loading...

gusjigang adalah konsep bagus ngaji dagang
Foto saat UAS datang ke Gusjigang X-Building. Foto: viral.

Oleh M Abdullah Badri

Dutaislam.com - Delapan tahun ngaji di Kudus, saya tidak pernah mendengar istilah Gusjigang muncul dari guru-guru saya. Istilah yang kemudian hari diartikan sebagai akronim dari "Bagus, Ngaji dan Dagang" tersebut mendadak populer sejak dikampanyekan sebagai ikon baru kota santri (sejak zaman Sunan Kudus), - bukan Kota Kretek,- seperti sekarang.

Apa kaitan kedatangan UAS ke Kudus dengan Gusjigang? Ada. Bosnya. Bos Gusjigangnya.

Merespon esai berjudul "Kudus Kecolongan Politik Selfie UAS", saya dijapri oleh beberapa orang yang menyebut kalau bos Gusjigang (istilah ini identik dengan juragan duit, bukan juragan ilmu) mengaku undang UAS ke museumnya. "Bukan dari panitia atau UAS," tulisnya.

Jadi, UAS ternyata laris di Kota Kudus. "Ada pondok tidak kebagian waktunya," kata si bos menjelaskan larisnya UAS di kota santri. Dia ternyata, katanya nih, sekali lagi katanya, diundang oleh pihak-pihak yang "entah berkepentingan apa" untuk datang walau sekadar melambai.

Selain berkunjung ke ndalem Rais Syuriah NU Kudus, UAS ternyata diseret-seret ke beberapa tempat oleh, kata bos Gusjigang, beberapa pihak, antara lain: SMA NU Al-Ma'ruf, Gusjigang X-Building dan Makam Sunan Kudus. 

Kontan saja Ketua NU Kudus keberatan, kelabakan. Pasalnya, ketua yayasan madrasah tersebut itu ya Ketua NU juga. Tapi beliaunya sendiri tidak diberitahu rencana kedatangan UAS. Kok bisa? Ya bisa. Gusjigang gitu loh.

Lalu, dimana bagus akhlaknya? Ya runtuh. Sekelas ketua yayasan masrasah saja "dicolong laku", apalagi guru-gurunya. Gusjigang dipertanyakan dalam kasus oknum yang menyelonongkan UAS ke Al-Ma'ruf. Bukankah sebelum ngaji konsep Gusjigang konon mengajarkan agar berbudi baik dulu, biar ngajinya tidak dhal mudhill (sesat menyesatkan)?

Baca: GP Ansor Jepara Bantah Ancam UAS. UAS Playing Victim?

Ngaji apa UAS di Kudus? Ia seperti berwisata dan bak seorang camat atau artis yang sedang melakukan kunjungan kerja dan atau showbiz (untuk artis). Titik-titik penting di Kudus selesai disapu bersih atas kunjungan UAS. Dan, banyak pihak yang menjadi tertuduh atas pembatalan ceramah UAS ke Kudus, meski dia tidak batal berkunjung tengok sana lambai sini.

Saya mengacungi jempol atas akhlak oknum internal NU Kudus yang berhasil menyowankan UAS, tokoh kontroversial itu, ke beberapa lokasi penting ikon Kudus. Saat UAS ke Kudus inilah, kelompok-kelompok salafi dan ekstrimis di Kudus jadi kelihatan batang hidungnya, atas nama "tamu itu membawa barokah," seperti kata bos Gusjigang.

Ya, berkah itu adalah keruntuhan kultur Gusjigang menurut saya. Bos Gusjigang ternyata sangat menghormati tokoh yang mengharamkan ucapan selamat hari ibu, halalkan bom bunuh diri, haramkan sekedar masuk gereja, pendukung khilafah HTI dan tokoh NUGL, serta tidak punya tawadlu' sama sekali saat dia ke MUI untuk klarifikasi isu-isu kontroversi.

Namanya bos ya semau-mau dialah. Orang Kudus diharap harus taat kepadanya. Bos Gusjigang je. Tak peduli rekam jejaknya, tak peduli "bagus akhlaknya" seperti apa, yang penting dia bisa ngaji dan dagangan "jenang"-nya laris manis karena diudek-udek oleh UAS. (Saya promosiin ya Pak Kaji. Hehe).

metode jenang olahan tradisional ala Kudus
Barokah UAS ngudek jenang.

Kepada bos Gusjigang, saya pesan, datangkan UAS ke Kudus setahun 5 kali. InsyaAllah tambah barokah dagangan Anda. Gusjigang kan hanya jargon. Kapan-kapan bisa diganti jadi Gusjagang (Gusti Allah jangan dijadikan dagangan). Kan suka-suka jenengan. Duit ada, pengaruh ada, ilmu? Ah emboh. Sing penting laris. [dutaislam.com/ab]

M. Abdullah Badri, penulis Buku "Meneguhkan Jepara Bumi Aswaja"

Loading...