Tersinggung Syair Pujian Usai Adzan, Rawuh Ngamuk Bacok Takmir Mushola
Cari Berita

Advertisement

Loading...

Tersinggung Syair Pujian Usai Adzan, Rawuh Ngamuk Bacok Takmir Mushola

Duta Islam #02
Kamis, 31 Oktober 2019
Loading...

Muslim Afandi menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Aisyiyah Kudus karena dibacok tetangganya sendiri. (FOTO: DIYAH AYU FITRIYANI/RADAR KUDUS)

DutaIslam.Com - Entah apa yang merasuki Rawuh, 47. Dia membacok Muslim Afandi, 65, saat sedang melantunkan pujian setelah adzan isya di Mushola Darul Ulum. Dia tak terima dengan syair pujian berbahasa Jawa yang dilantunkannya warga RT 7/RW 11, Desa Gondangmanis, Bae, itu.

Korban yang menjadi takmir mushola itu pun mengalami luka di bagian tangan dan dahi. Kini, dia menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Aisyiyah Kudus. Dia harus menerima tujuh jahitan akibat luka di pergelangan tangan kanan. Di kening sebelah kanan luka robek sekitar 3 cm. Akibatnya juga harus mendapat lima jahitan.

Saat ditemui di ruang perawatannya kemarin, Muslim membeberkan terkait kronologis kejadian kemarin malam itu. Saat itu, setelah mengumandangkan adzan isya dia melantunkan pujian dengan pengeras suara di mushola. Tak lama setelah itu, Rawuh datang dan memecah kaca mushola.

”Saya pujian dengan bahasa Jawa. Lalu ada orang merusak kaca dan masuk bawa parang untuk menyembelih saya. Saya disabet dengan sabit lalu saya tangkis dengan tangan dan meleset ke kepala,” terangnya sambil berbaring di atas bed rumah sakit.

Terkait alasan tetangganya melukai dirinya, dia mengaku tak tahu. Namun, dia membeberkan jika sebelumnya sempat terjadi beberapa gesekan antara dia dengan pelaku. Disebutkan, ketika dia sedang mengajar ngaji anak-anak sekitar, pelaku sering marah-marah dari luar.

Tak hanya itu, saat dia mengajak anak-anak mauludan di mushola, pelaku juga sering berlaku sama. Bahkan, pelaku juga mengancam sebagian anak-anak yang hadir. ”Jadi, anak-anak itu dicegat dan diancam kalau besok pergi mauludan lagi dimarahi,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Kudus AKBP Saptono melalui Kapolsek Bae Iptu Ngatmin membenarkan kejadian ini. Saat korban sedang pujian sebelum iqomat Salat Isya, tiba tiba pelaku datang memecahkan kaca jendela mushola menggunakan batang besi dan membawa sabit. Pelaku berteriak ”tak sembelih kuwe” kepada korban.

Kemudian pelaku mendekati korban ke dalam mushola. Pelaku menarik baju di bagian leher korban dengan tangan kiri hingga bagian baju itu sobek terkena sabit. Setelah itu, pelaku membacokkan sabit ke arah kepala. Berbarengan itu, korban menangkis dengan tangannya, sehingga korban terkena luka bacok di pergelangan tangan dan kening korban sebelah kanan.

”Dari pengakuan pelaku, dia tersinggung karena dia tidak salat. Dalam pujian berbahasa Jawa itu, korban mengatakan kalau orang yang tidak salat nanti akan disiksa di kubur, dicambuk malaikat, dan masuk neraka,” katanya.

Tak lama setelah ada laporan tersebut, Tim Unit Reskrim Polsek Bae mengamankan pelaku di warung milik istrinya. Saat ditangkap dia pasrah. Kini, dia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Dia diancam Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan dengan ancaman hukuman dua tahun penjara. [dutaislam.com/gg]

Keterangan: Berita ini telah tayang di Jawapos Radar Kudus, Link.

close
Banner iklan disini