Tafsir Surat Yusuf Ayat 59, Permintaan Nabi Yusuf Kepada Saudaranya
Cari Berita

Advertisement

Tafsir Surat Yusuf Ayat 59, Permintaan Nabi Yusuf Kepada Saudaranya

Duta Islam #04
Jumat, 04 Oktober 2019

Penjelasan kandungan Surat Yusuf ayat 59 (sumber: istimewa)
Surat Yusuf ayat 59 sangat berhubungan erat dengan Surat Yusuf ayat 58. Surat Yusuf ayat 58 menceritakan tentang perjumpaan Nabi Yusuf dengan saudara-saudaranya. Perjumpaan pertama kali setelah sekian lamanya tidak bertemu.

DutaIslam.Com - Kandungan Surat Yusuf ayat 59 merupakan kelanjutan dari ayat sebelumnya. Di mana pada ayat sebelumnya dijelaskan tentang kisah awal perjumpaan Nabi Yusuf dengan saudara-saudarany ketika mereka hendak menukarkan bahan pangan.

Pada waktu itu, Nabi Yusuf yang telah lama menghilang menjabat sebagai petinggi kerajaan Mesir. Ketika saudara-saudaranya tiba di Mesir, Nabi Yusuf langsung mengenali mereka. Akan tetapi, saudara-saudaranya tidak mengenali bahwa petinggi negara itu adalah Nabi Yusuf, saudaranya sendiri.

Baca: Tafsir Surat At-Tahrim Ayat 6, Menjaga Pendidikan Keluarga

Surat Yusuf ayat 59 ini menceritakan kisah Nabi Yusuf dengan saudara-saudaranya tersebut. Setelah Nabi Yusuf bercakap-cakap dengan saudaranya dan mengabulkan permintaan mereka untuk menukarkan bahan makanan, beliau berpesan kepada mereka agar kalau datang ke Mesir lagi dengan membawa saudaranya yang bernama Bunyamin.

Pesan itu disampaikan Nabi Yusuf kepada saudara-saudaranya sebelum mereka beranjak pulang untuk meninggalkan Mesir.Sampai pada detik itu, saudara-saudaranya masih belum mengenali Nabi Yusuf as.

وَلَمَّا جَهَّزَهُمْ بِجَهَازِهِمْ قَالَ ائْتُونِي بِأَخٍ لَكُمْ مِنْ أَبِيكُمْ ۚ أَلَا تَرَوْنَ أَنِّي أُوفِي الْكَيْلَ وَأَنَا خَيْرُ الْمُنْزِلِينَ

"Dan ketika dia (Yusuf) menyiapkan bahan makanan untuk mereka, dia berkata: "Bawalah kepadaku saudaramu yang seayah dengan kamu (Bunyamin), tidaklah kamu melihat bahwa aku menyempurnakan takaran dan aku adalalah penerima tamu yang terbaik" (QS. Yusuf: 59).

Surat Yusuf ayat 59 ini menceritakan dialog antara Nabi Yusuf dengan saudara-saudaranya. Nabi Yusuf berpesan kepada mereka sebelum meninggalkan Mesir, "Lain Kali bila kalian datang, bawalah saudaramu yang seayah agar mendapatkan tambahan jatah.

Sebelumnya, saudara-saudara Nabi Yusuf meminta jatah pangan untuk 12 orang. Padahal, yang menghadap beliau hanya 10 orang dan Nabi Yusuf tidak pernah memberikan jatah lebih kepda siapapun.

Kemudian, saudaranya itu bercerita, kalau di rumah masih ada ayahnya yang sudah tua renta dan seorang saudara yang bersamanya. Ayahnya tidak ikut serta karena usianya sudah lanjut dan tidak kuat melakukan perjalan panjang, sedangkan seorang saudaranya lagi bertugas menjaga ayahnya di rumah. Akhirnya, Nabi Yusuf berkata, "Bawalah saudara kalian itu kepadaku, agar aku mengetahuinya."

Baca: Tafsir Surat Al-Hijr Ayat 94, Dakwah Terang-Terangan

Sayyid Quthb mengatakan bahwa Nabi Yusuf sengaja membiarkan saudara-saudaranya itu melupakan dirinya. Kemudian, sedikit demi sedikit, beliau mengingatkan mereka tentang siapa sebenarnya mereka. Beliau ingin tahu bahwa mereka masih mempunyai saudara laki-laki kecil sebapak yang tidak bisa hadir bersama mereka.

Setelah itu, Nabi Yusuf meminta mereka untuk membawa saudaranya itu jika datang ke Mesir lagi. Nabi Yusuf berjanji akan memberikan bahan makanan yang lebih jika saudara-saudaranya itu mau memenuhi permintaan beliau.

Dari dialog yang termaktub dalam Surat Yusuf ayat 59 dapat dipastikan kalau Nabi Yusuf terlibat langsung serta aktif dalam upaya pembagian makanan dan pengawasan. Beliau dalam menjalankan tugasnya tidak hanya pasrah kepada bawahan saja, akan tetapi juga terjun langsung ke lapangan. Hal ini menunjukkan begitu besarnya tanggung jawab beliau. [dutaislam.com/in]

close
Banner iklan disini