Tafsir Surat Az-Zariyat Ayat 56, Tujuan Diciptakannya Manusia
Cari Berita

Advertisement

Loading...

Tafsir Surat Az-Zariyat Ayat 56, Tujuan Diciptakannya Manusia

Duta Islam #04
Jumat, 11 Oktober 2019
Loading...

Penjelasan kandungan Surat az-Zariyat ayat 56 (sumber: istimewa)
Surat az-Zariyat ayat 56 berbicara tentang tujuan penciptaan jin dan manusia. Di dalam Surat az-Zariyat ayat 56 dijelaskan, jin dan manusia diciptakan oleh Allah SWT untuk beribadah kepadaNya.

DutaIslam.Com - Surat az-Zariyat ayat 56 menegaskan bahwa tujuan hidup penciptaan keduanya adalah untuk beribadah. Artinya, Surat az-Zariyat ayat 56 menegaskan kepada bahwa jin dan manusia sebagai makhluk yang mau beribadah. Sebab, keduanya telah diberi kemampuan berpikir dan keinginan.

Dengan berbekal kemampuan tersebut, jin dan manusia dituntut untuk beribadah secara total. Terlebih lagi manusia yang didaulat sebagai makhluk terbaik penciptaannya, karena dibekali akal dan pikiran.

Baca: Asbabun Nuzul Surat Yusuf Ayat 60, Siasat Nabi Yusuf

Dalam hal ini, ibadah yang dijalankan bukan hanya sebatas ritual semata. Ibadah di sini mencakup beragam aspek, baik ibadah yang bersifat individu atau sosial. Manusia dibebankan untuk menjalankan ibadah dengan ikhlas dan tulus.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ 

"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melaikan agar mereka beribadah kepada-Ku" (QS. az-Zariyat: 56).

Di dalam Tafsir Ibnu Katsir dijelaskan, Allah SWT memerintahkan jin dan manusia diperintahkan untuk beribadah bukan karena Allah butuh disembah. Akan tetapi, Allah SWT ingin menguji ketaatan jin dan manusia sebagai makhluk yang telah diciptakanNya.

Dengan beribadah, jin dan manusia diberi pilihan untuk taat atau membangkang dari perintah Allah SWT. Kedua pilihan tersebut akan menghantarkan pada kebahagiaan dan kecelakaan bagi jin dan manusia sendiri.

حدثنا حُمَيد بن الربيع الخراز, قال: ثنا ابن يمان, قال: ثنا ابن جُرَيج, عن زيد بن أسلم, في قوله ( وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ ) قال: جَبَلَهم على الشقاء والسعادة.

"Diriwayatkan dari sahabat Zaid bin Aslam tentang penjelasan firman Allah SWT ( وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ ), Ia berkata: Allah SWT memaksa jin dan manusia untuk memulih antara celaka atau bahagia" (Tafsir at-Thabari, hal. 523).

Sebagaimana dijelaskan di atas, ibadah yang dimaksudkan bukan hanya ibadah-ibadah yang bersifat ritus semata. Hal ini perlu dipertegas karena sebagian orang beranggapan bahwa selain shalat, zakat, puasa, haji dan mengucapkan syahadat tidak termasuk ibadah.

Baca: Asbabun Nuzul Surat al-Hujurat Ayat 9, Menyemai Perdamaian

Padahal, ibadah itu mencakup segala aspek kehidupan, baik amal, pikiran, dan perasaan yang disandarkan kepada Allah SWT. Ibadah adalah jalan hidup yang mecakup semua hal yang bermuara pada Allah SWT.

Oleh karena itu, kita belum benar-benar dikatakan beriman hanya karena menjalankan shalat lima waktu. Keimanan yang diukur dari ritual yang tampak semata hanya mengkerdilkan makna iman itu sendiri. Dan biasanya, pemahaman seperti ini sering kita jumpai di kalangan orang awam.

Akan tetapi, untuk mengawali dalam melatih beribadah secara istiqamah dan ikhlas. Yang terpenting ia tidak merasa dirinya paling baik serta selalu benar perbuatannya. Sebab, mukmin sejati tidak akan menyombongkan dirinya sendiri. [dutaislam.com/in]
Loading...