Tafsir Surat Al-Ahzab Ayat 21, Teladan Nabi Muhammad
Cari Berita

Advertisement

Loading...

Tafsir Surat Al-Ahzab Ayat 21, Teladan Nabi Muhammad

Duta Islam #04
Rabu, 16 Oktober 2019
Loading...

Penjelasan Surat al-Ahzab ayat 21 (sumber: istimewa)
Surat al-Ahzab ayat 21 membincang tentang pentingnya meneladani sifat-siaf Nabi Muhammad SAW. Di dalam Surat al-Ahzab ayat 21 dijelaskan, terdapat nilai-nilai yang diajarkan oleh Rasulullah.

DutaIslam.Com – Surat al-Azhab ayat 21 menegaskan kepada umat Islam agar senantiasa meniti jejak Nabi Muhammad SAW. Ada empat sifat yang ada pada diri Rasulullah SAW. yang perlu diteladani yang memiliki kandungan nilai-nila karakter yang layak untuk dikaji seiring dengan perkembangan zaman.

Di era globalisasi ini, semua orang dituntut untuk memilih dan memilah tuntunan dan tontonan yang membutuhkan tingkat kearifan yang tinggi. Kemajuan teknologi selain berdampak positif bagi perkembangan ilmu dan teknologi, juga disinyalir banyak berdampak negatifnya, terutama bagi generasi muda.

Baca: Tafsir Surat An-Nisa Ayat 147, Bersyukur Atas Nikmat Allah

Ditambah lagi dengan banyaknya tayangan-tayangan yang merusak karakter bangsa, serta anak-anak remaja dewasa ini. Hal itu dibutikan dengan banyak kasus-kasus faktual yang merusak moralitas generasi bangsa saat ini. Banyak anak-anak remaja yang terjerat kasus narkoba, maupun kasus asusila.

Bahkan kasus-kasus yang terkait dengan demoralisasi tersebut, tidak hanya terjadi pada kalangan remaja saja, hal ini sudah merambah hampir keseluruhan lapisan masyarakat. Oleh karena itu perlu adanya pendidikan karakter sebagai salah satu upaya character building.

Pendidikan karakter ini harus mampu mengelaborasi fakta-fakta yang terjadi di masyarakat. Ketika melihat maraknya kekejian moral yang terjadi, seperti kasus korupsi, suap-menyuap, pelecehan seksual, bahkan saling membunuh hanya untuk mendapatkan suatu jabatan ataupun harta, dan ironisnya terjadi pula di kalangan para pejabat tinggi dan politisi.

Padahal dalam surat al-Ahzab ayat 21, Allah SWT telah menekankan keharusan manusia untuk mencontoh yang terdapat dalam diri Rasulullah SAW serta menghindari kebejatan moral. Kendati demikian, nilai-nilai yang diamanatkannya dapat diterapkan pada setiap situasi dan kondisi.

Nilai-nilai itu sejalan dengan perkembangan masyarakat sehingga al-Quran dapat benar-benar menjadi petunjuk, pemisah antara yang hak dan batil, serta jalan bagi setiap problematika kehidupan yang dihadapi.

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

“Sesungguhnya telah ada bagi kamu pada Rasulullah suri teladan yang baik bagi orang yang mengharap Allah dan hari kiamat, serta yang berzikir kepada Allah dengan banyak” (QS. al-Azhab: 21).

Baca: Memahami Karateristik Surat Lukman

Prof. Dr. M. Quraish Shihab dalam tafsirnya menjelaskan, kata uswah dalam Surat al-Ahzab ayat 21 mengandung dua aspek dalam diri kehidupan nabi. Beliau mengutip pendapat Imam Zarkasy ketika menafsirkan ayat di atas, ada dua kemungkinan tentang maksud keteladanan yang terdapat pada diri Rasul SAW itu.

Pertama, dalam arti kepribadian beliau secara totalitas adalah keteladanan. Kedua, telada tersebut terdapat di dalam kepribadian Rasulullah.

Beliau juga menjelasan bahwa umat Islam wajib meneladi apa yang dilakukan Nabi Muhammad SAW dalam persoalan agama. Karena, nabi adalah orang yang diberikan wahyu oleh Allah SWT secara langsung.

Kemudian, untuk peroalan duniawi bersifat anjuran. Sebagian ulama juga berpedapat bahwa ayat ini bukanlah berkaitan dengan peroalan agama. Sebab, Rasulullah SAW menyerahkan persoalan duniawi kepada masing-maisng ahlinya. [dutaislam.com/in]

close
Banner iklan disini