Syair Sayyidah Fatimah Setelah Ditinggal Ayahanda Tercinta Rasulallah Saw
Cari Berita

Advertisement

Loading...

Syair Sayyidah Fatimah Setelah Ditinggal Ayahanda Tercinta Rasulallah Saw

Duta Islam #02
Minggu, 27 Oktober 2019
Loading...

Ilustrasi: istimewa

DutaIslam.Com - Dikisahkan bahwa, yang paling menyesakkan dada Ali setelah wafat Nabi Muhammad saw adalah melihat duka istri tercintanya, Sayyidah Fathimah Az-Zahra.

Sayyidah Fathimah selalu menziarahi pusara suci ayahandanya, mengambil segenggam tanah kuburan ayahnya lalu menciumi dan meletakkannya pada kedua mata serta wajah beliau, dan setelah itu beliaupun merasakan ketenangan.

Berikut adalah bait-bait puisi rintihan beliau ketika menziarahi pusara suci Nabi saw:

ﻣﺎ ﺫﺍ ﻋﻠﻰ ﻣﻦ ﺷﻢّ ﺗﺮﺑﺔ ﺃﺣﻤﺪ *
ﺃﻥ ﻻ ﻳﺸﻢّ ﻣﺪﻯ ﺍﻟﺰّﻣﺎﻥ ﻏﻮﺍﻟﻴﺎ

Siapapun yg mencium tanah kubur Muhammad,
Dia takkan mencium kesulitan selamanya.

ﺻﺒّﺖ ﻋﻠﻲّ ﻣﺼﺎﺋﺐ ﻟﻮ ﺃﻧّﻬﺎ *
ﺻﺒّﺖ ﻋﻠﻰ ﺍﻷﻳّﺎﻡ ﺻﺮﻥ ﻟﻴﺎﻟﻴﺎ

Berbagai musibah telah menimpaku,
Jika ia ditimpakan pada siang niscaya akan menjadi malam.

ﻗﻞ ﻟﻠﻤﻐﻴّﺐ ﺗﺤﺖ ﺃﻃﺒﺎﻕ ﺍﻟﺜّﺮﻯ *
ﺇﻥ ﻛﻨـﺖ ﺗﺴﻤﻊ ﺻﺮﺧﺘﻲ ﻭﻧﺪﺍﺋﻴﺎ

Katakan pada yg telah terkubur di dalam tanah,
Jika kau mendengar seruanku dan jeritanku.

ﻗﺪ ﻛﻨﺖ ﺫﺍﺕ ﺣﻤﻰ ﺑﻈﻞّ ﻣﺤﻤّﺪ *
ﻻ ﺃخشى ﻣﻦ ﺿﻴﻢ ﻭﻛﺎﻥ حما ﻟﻴﺎ

Dahulu diriku memiliki pelindung dengan perlindungan Muhammad,
Aku tak pernah takut akan ketidakadilan karena dia selalu melindungiku.

ﻓﺎﻟﻴﻮﻡ ﺃﺧﻀﻊ ﻟﻠﺬّﻟﻴﻞ ﻭﺍﺗّﻘﻲ *
ﺿﻴﻤﻲ ﻭﺃﺩﻓﻊ ﻇﺎﻟﻤﻲ ﺑﺮﺩﺍﺋﻴﺎ

Namun hari ini, aku (dipaksa) tunduk pada seorang yg hina,
Serta aku harus menentang orang yg menzalimiku dengan selendangku sendiri.

ﻓﺎﺫﺍ ﺑﻜﺖ ﻗﻤﺮﻳّﺔ ﻓﻲ ﻟﻴﻠﻬﺎ ﺷﺠﻨﺎ *
ﻋﻠﻰ ﻏﺼﻦ ﺑﻜﻴﺖ ﺻﺒﺎﺣﻴﺎ

Jika rembulan malam menangis pilu akan sebuah ranting yg gugur,
Maka aku akan menangis di kala pagi.

ﻓﻸﺟﻌﻠﻦّ ﺍﻟﺤﺰﻥ ﺑﻌﺪﻙ ﻣﻮﻧﺴـﻲ *
ﻭﻷﺟﻌﻠﻦّ ﺍﻟﺪّﻣﻊ ﻓﻴﻚ ﻭﺷﺎﺣﻴﺎ

Setelah wafatmu, akan kujadikan kesedihan sebagai pelipurku,
Dan akan kujadikan airmata untuk menangisimu sebagai  ornamenku. [dutaislam.com/ed/gg]

close
Banner iklan disini