Setelah Forum Jabar Peduli, Kini Masyarakat Adat Sunda Tolak Ijtima' Ulama V
Cari Berita

Advertisement

Loading...

Setelah Forum Jabar Peduli, Kini Masyarakat Adat Sunda Tolak Ijtima' Ulama V

Duta Islam #02
Rabu, 16 Oktober 2019
Loading...

Masyarakat adat Sunda se Jawa Barat (Jabar) mendeklarasikan perang terhadap radikalisme, intoleransi dan terorisme di Kampung Rancage, Cileunyi, Bandung, Jawa Barat, Ahad (13/10). Foto: gesuri.id)

DutaIslam.Com - Beberapa waktu lalu, Forum Jawa Barat Peduli menolak rencana acara Ijtima Ulama V. Pihaknya bahkan melayangkan surat peringatan terhadap acara yang rencananya di gelar hotel Grand Asrilia, Kota Bandung, pada 15-17 Oktober 2019.

Baca: Layangkan Peringatan, Forum Jawa Barat Peduli Tolak Rencana Ijtima Ulama V

Selain itu, Masyarakat adat Sunda se Jawa Barat juga menolak agenda acara tersebut. Belakangan acara tersebut bernama "Musyawarah Ulama dan Tokoh Umat".

Masyarakat adat Sunda mendeklarasikan perang terhadap radikalisme, intoleransi dan terorisme di Kampung Rancage, Cileunyi, Bandung, Jawa Barat, Ahad (13/10/2019).

Dilansir dari Gesuri.id (14/10/2019), sekitar 100 tokoh dari masyarkat adat Sunda se-Jabar hadir dalam deklarasi itu. Mereka berasal dari Bandung , Sumedang, Sukabumi, Tasikmalaya, Karawang, Garut, Kuningan , Majalengka, Cirebon , Cianjur, Bogor, Ciamis dan sebagainya. .

Mereka juga menyatakan siap menjadi garda terdepan untuk membela NKRI dan siap menghadapi siapapun yang akan memecah belah bangsa.

Hadir dalam acara tersebut antara lain  Abah Anton Charliyan sebagai tokoh Jawa Barat, Abah Yusuf dari Bandung, Abah Alam, Abah Guriang dari Sumedang, Abah Endin, Wa Deden Pagar Nusa,  Ki Pamanah Rasa dari Sukabumi, Abah Asep, Keluarga  Dalang Asep Sunandar, Jaga Lembur, Ki Boedi Al Masoem, Damas Jabar dan berbagai komunitas adat lainnya.

“Untuk itulah para sesepuh inohong masyarkat  adat dan budaya Sunda se Jawa Barat  berkumpul dan dengan tegas siap jadi garda terdepan untuk melawan radikalisme menyelamatkan Tatar Sunda Jabar, menyelamatkan NKRI.” tegas Abah Anton Charliyan.

Abah Anton Charliyan yang mantan Kapolda Jawa Barat ini menegaskan semua pihak tidak perlu meragukan lagi  nasionalisme dari para pinisepuh. Dia menegaskan kelompok  yang mencintai budaya pasti akan lebih tinggi rasa cintanya terhadap Tanah Air.

“Saat ini mereka menyadari banyak komunitas yang mengatas-namakan agama, sekali lagi mengatas-namakan agama, bukan benar benar beragama. Mereka juga berkedok ulama, berkedok Habib , yang sesungguhnya, bukan ulama dan bukan juga habib tapi kenyataanya mengadudomba, memecah belah umat dan menyebar fitnah serta menjadikan suasana politik panas dan gadu,” tegas Abah Anton.

Abah Anton pun mengapresiasi berkumpulkan para inohong masyarakat  adat dan budaya Sunda se Jawa Barat  untuk mendeklarasikan perang terhadap radikalisme intoleransi,  terorisme serta menolak agenda  Rizieq Shihab untuk mengadakan musyawarah ulama di Bandung.

 “Bahkan seluruh masyarakat Jawa Barat dan Indonesia harus memerangi tindakan radikalisme, intoleransi , dan  terorisme,” pungkasnya.

Pantauan Dutaislam.com, Rabu (16/10/2019) terhadap channel Front TV, acara tetap berlangsung. Tapi, dalam video yang ditampilkan hanya terlihat kedatangan peserta. Belum diketahui isi pembahasan atau ramai/tidaknya acara tersebut. [dutaislam.com/gg]

close
Banner iklan disini