Santri Putri Bisa Jadi Pemimpin, Gus Nabil: Jangan Berhenti Bermimpi Jadi Presiden atau DPR
Cari Berita

Advertisement

Loading...

Santri Putri Bisa Jadi Pemimpin, Gus Nabil: Jangan Berhenti Bermimpi Jadi Presiden atau DPR

Duta Islam #03
Rabu, 09 Oktober 2019
Loading...

Gus Nabil. Foto: Istimewa.
DutaIslam.Com - Ketua Umum Pagar Nusa Muchamad Nabil Haroen atau yang akrab disapa Gus Nabil mengajak para santri khususnya santri perempuan untuk tidak perlu  khawatir  menjadi pemimpin masa depan. Hal ini melihat kenyataan bahwa perempuan juga punya peluang menjadi pemimpin.

"Ibu Megawati dan Mbak Puan sebagai bukti kalau kaum perempuan bisa menjadi pemimpin. Jadi para santri putri jangan berhenti bermimpi untuk menjadi presiden maupun Ketua DPR RI," kata Gus Nabil dalam acara Silaturahmi PDI Perjuangan dengan Santri Al Tsaqafah di Ponpes Al Tsaqasah di Jalan M Kahfi I, Jakarta Selatan, Selasa (08/09/2019) malam dikutip dari Rri.co.id.

Gus Nabil menilai bahwa PDI-P merupakan satu-satunya partai yang berhasil mencatat sejarah menjadikan perempuan sebagai pemimpin bangsa.

"PDI Perjuangan  telah mencatat sejarah memperjuangkan seorang perempuan menjadikan presiden untuk pertama kali yaitu Ibu Megawati Soekarnoputri," kata Gus Nabil yang saat ini menjadi anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan ini.

Silaturahmi PDI Perjuangan dengan Santri Al-Tsaqafah dihadiri juga Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto dan sejumlah pengurus partai dan kader. Acara tersebut dihadiri ratusan santri dan santriwati Al Tsaqafah.

Kiai Said Aqil Siroj menyambut baik kunjungan pengurus PDI-P ke pesantren al-Tsaqafah. Kiai Said menyebut acara tersebut sebagai momentum silaturahmi kebangsaan. Kiai Said mengisahkan bagaimana pentingnya persatuan antara kelompok nasionalis dan santri.

"Karena persatuan antara kaum nasionalis dan santri itulah terwujud proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945," jelas Kiai Said dikutip dari Tribunews.com.

"Kemudian, KH Chasbullah Wahab, orang kedua terpenting di NU, menjadi penasihat pribadi Bung Karno. Segala hal yang menyangkut agama, sosial, dan kebudayaan masyarakat, Bung Karno selalu meminta masukan kepada Kiai Wahab Chasbullah," sambugnya. [dutaislam.com/pin]




Loading...