Sang Ustadz Berdialog Tentang Tahlilan
Cari Berita

Advertisement

Loading...

Sang Ustadz Berdialog Tentang Tahlilan

Duta Islam #07
Selasa, 15 Oktober 2019
Loading...

tradisi islam nusantara di indonesia
Tradisi islam nusantara di indonesia. Foto: istimewa
DutaIslam.Com - Dalam sebuah pertemuan pastinya sering berdialog dengan sesama kawan, pastinya akan berlangsung dengan santai sambil meminum kopi, pada kesempatan ini ada dialog yang membahas tentang tahlilan, berikut dialognya:

Abu: Mar, kamu katanya Islam, kok masih 7 harian di kematian. Itu namanya Tasyabbuh. Kamu tahu gak 7, 40, 100 hari itu ajaran Budha.

Umar : Masak kang, kalo begitu Budha itu termasuk Islam dong.

Abu : Kamu ngaco Budha Hindu itu kafir blog.

Umar : Masak kafir tahlilan bukankah tahlil itu kalimat tauhid.

Abu : Bukan tahlilnya tapi acaranya, barang siapa tasyabbuh maka ia bagian darinya.

Baca: Bermodal "Menyerupai Suatu Kaum" Mengharamkan Tahun Baru dan Lainnya?

Umar : Aku malah jadi bingung kang.

Abu : Ya karena kamu goblog.

Umar : Kang Nabi lahir itu Abu Jahal sudah ada belum?

Abu : Ya sudah to dia paman Nabi.

Umar : (bergumam dalam hati) " masak Abu Jahal itu paman Nabi, kurang piknik-piknik.

Umar : Abu Jahal Islam kang?

Abu : kafir, jahilyah

Umar : Kenapa Nabi berjubah kayak Abu Jahal kang, apa Nabi tasyabuh juga ?

Abu : E e e e itu urusan dunia masalah pakaian.

Umar : Kalau urusan dunia tidak tasyabuh ya

Abu : Ya ...

Umar ; Boleh gak kang aku pakai daster.

Abu : Haram itu menyerupai cewek.

Umar : Tapi ini urusan dunia kang katanya bukan tasyabuh...

Abu : Dah kamu ngeyel mojokin aku aja, ini masalah tahlil 7 hari ini ibadah Hindu Budha.

Umar : Kang pusatnya Hindu Budha tu di India, di India sana gak ada acara 7, 40. 100 hari tuh, apalagi di sedekahi wong mayatnya aja dibakar.

Abu : Ini semula tradisi masyarakat jawa, oleh para Walisongo tradisi yang sudah ada itu dipelihara kemudian diberi ruh Islam.

Tradisi Islam Nusantara di Indonesia


Abu : Tapi ini bukan Islam kenapa tidak diganti budaya Islam? Jadi syirikkan

Umar : Kang abu jare ustadz koq cetek men ilmunya

Abu : Maksudmu bagaimana?

Umar : La koq suruh ngganti budaya Islam, emang ada budaya Islam?

Abu : Ada di Arab banyak contohnya

Umar : itu budaya Arab kang bukan budaya Islam. Jadi Islam itu bukan budaya tapi Islam itu ruh , system, ajaran, namanya ruh sistem ajaran itu bisa dimasukkan kedalam apa saja, ruh itu bisa dimasukkan ke tubuh orang Indonesia atau orang Arab tujuan utamanya sama " illa liya'budun "

Abu : Tapi ini bertentangan dengan Islam.

Umar : mana bertentangannya? Tahlil. Itu baca tauhid Quran dan berdoa, apa Islam melarang itu

Abu : Bukan bacaannya tapi itu budaya Jawa kenapa dipertahankan

Umar : Sampean pernah umrah kan ? Kenapa sampean thowaf ?

Abu : Itu rukun haji umrah harus dilaksanakan.

Umar : Sampean tahu sejarah thawaf ?

Abu : Terus terang meskipun aku ustadz dan rajin dhurah tidak tahu sejarah thawaf.

Umar : Oke kang aku tunjukkan budaya jahiliyah yang menjadi syariat contohnya

1) Thawaf itu ada sebelum Nabi lahir, para wanita Arab itu keliling ka'bah 7x dengan telanjang bulat. Gak usah ngiler ya dengar cewek bugil itu upacara pemujaan karena di samping ka'bah ada patung tuhan mereka latta dan uzza kenapa mereka telanjang, menurut ajaran dia menghadap tuhan/berdoa harus suci, ingat kang syariat Nabi Musa kalau baju kena najis itu harus di sobek dan di buang, kalo syariat Nabi kita dicuci ya! Nah budaya ini keliling ka'bah 7x tidak dihilangkan Nabi tapi masuki ruh Islam, latta uzza dibuang, suci tidak berarti telanjang tapi suci bersih ( simbol bersih suci itu sekarang warna putih ) jadilah pakaian ihram itu,

2) Aqiqah sudah jadi tradisi di Arab sana kalau punya anak disyukuri dengan menyembelih binatang peliharaan dan melumurkan darah penyembelihan. Oleh Nabi budayanya masih dipertahankan diberi ruh Islam menyembelihnya masih tapi titak dilumuri darah tapi rambutnya di cukur dan diberi minyak wangi  Itu kang haji umrah.

Baca: Penjelasan Tentang Tasyabbuh di Nusantara

Umar ; Makanya ayo kita banyak belajar jangan nyalahi orang melulu sementara kita tahu, ibaratnya kalo kita baru tahu kutuk (anak ayam) jangan mengomentari ayam jago.

Hehehe semoga bermanfaat. [dutaislam/ka]

close
Banner iklan disini