Rahasia Karomah Kitab al-Ajurumiyah
Cari Berita

Advertisement

Loading...

Rahasia Karomah Kitab al-Ajurumiyah

Duta Islam #04
Selasa, 08 Oktober 2019
Loading...

Kitab al-AJurumiyah karya Imam Shonhaji dikaji di berbagai daerah di dunia (sumber: istimewa)
Oleh: Iin Sholihin

DutaIslam.Com - Siapa yang tidak kenal kitab al-Ajurumiyah? Kitab yang fenemonal di kalangan pengkaji ilmu nahwu. Kitab ini dipelajari oleh banyak orang di belahan dunia.

Meskipun kitab al-Ajurumiyah kecil dan ringkas, akan tetapi kitab ini mejadi dasar dalam mempelajari gramatikal Bahasa Arab. Orang Jawa bilang, kitab jurumiyah itu "gedhe sak kuping lawa".

Ungkapan tersebut menggambarkan begitu besarnya barokah kitab al-Ajurumiyah. Hal itu dibuktikan banyak pesantren, madrasah di seluruh dunia membaca dan mengkaji kitab jurumiyah.

Kiai Musthoga aqil menjelaskan, Imam as-Shonhaji sebelum mengarang kitab al-Ajurumiyah terlebih dahulu mempertimbangkan keadaan, waktu dan tempat. Beliau menulis kitab al-Ajurumiyah di depan Ka'bah pada bulan Ramadhan di malam hari.

Bulan Ramdhan merupakan sayyidus syuhur. Kemudian ka'bah adalah baitullah atau al-ardhu muqoddasah. Beliau mulai menulis setelah melakukan ibadah thawaf, sahalat taraweh dan berdzikir. Maka dari itu, barokah kitab al-Ajurumiyah sangat besar dan agung.

Jurumiyah Kempek

Kitab al-Ajurumiyah juga merupakan salah satu kurikulum wajib bagi para santri di pesantren KHAS Kempek. Kitab al-Ajurumiyah menjadi modal utama memahami kitab kuning. Santri senior pernah mengatakan kepada penulis, hatam jurumiyah Kempek, insya allah bisa baca kitab gundul.

Di pesantren KHAS Kempek, kitab al-Ajurumiyah yang digunakan sebagai pegangan para santri dalam memahami ilmu nahwu adalah kitab Zubdah an-Naqiyah fi Tarjamah al-Ajurumiyah. Kitab ini merupakan karangan Kiai Aqil Siraj selaku muassis Pondok Pesantren KHAS Kempek, Cirebon. 

Jurumiyah Kempek, begitulah para santri menyebut Zubdah an-Naqiyah fi Tarjamah al-Ajurumiyah. Dikatakan demikian, karena karya Kiai Aqil mempunyai ciri khas tersendiri dengan kitab syarah jurumiyah lainnya.

Kiai Aqil menyajikan penjelasan setiap materi di matan al-Ajurumiyah dengan lugas dan jelas. Dalam setiap penjelasannya, Kiai Aqil juga menyertakan syawahid berikut contoh-contohnya. Sehingga, para santri mudah memahami matan kitab al-Ajurumiyah.

Misalnya, Kiai Aqil menjelaskan bab kalam dengan menyajikan ta'rif atau definisi kalam. Kemudian, beliau menjabarkan penjelasan ta'rif kalam beserta contohnya. Begitulah Kiai Aqil dalam menyusun kitab Zubdah an-Naqiyah fi Tarjamah al-Ajurumiyah.

Sistematika dan gaya kepenulisan Kiai Aqil dalam mengarang kitab tersebut merupakan ciri khas dan keistimewaan tersendiri. Kitab ini dulu ditulis tangan langsung oleh Kiai Aqil sendiri dengan menggunakan bahasa pegon. Ya, meskipun sekarang ada versi cetaknya.

Bagi santri Kempek, kitab zubdah begitu besar manfaatnya dalam memahami matan kitab al-Ajurumiyah. Semoga kita semua mendapatkan keberkahan dari beliau, sehinga dapat mengamalkan di tengah-tengah masyarakat. [dutaislam.com/in]
Loading...