Puncak Hari Santri 22 Oktober Bakal "Banjir" Shalawat Nariyah 1 Miliar
Cari Berita

Advertisement

Loading...

Puncak Hari Santri 22 Oktober Bakal "Banjir" Shalawat Nariyah 1 Miliar

Duta Islam #03
Jumat, 18 Oktober 2019
Loading...

Hari Santri 2019. Foto: Istimewa.
DutaIslam.Com - Pembacaan 1 miliar Shalawat Nariyah sudah menjadi tradisi bagi NU setiap hari santri nasional. Pembacaan shalawat dalam rangka meminta keberkahan kepada Allah dan kedamaian untuk bangsa dan negara.

Hal yang sama akan dilakukan di puncak hari santri 2019. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan kembali menggelar malam puncak Hari Santri Nasional 2019 dengan membacakan 1 miliar Sholawat Nariyah. Pembacaan shalawat akan dilaksanakan Senin (21/10/2019) usai ibadah solat Isya atau sekitar pukul 19.30 WIB.

Ketua Panitia Acara Misbahul Munir menjelaskan 1 miliar itu mengartikan jumlah secara keseluruhan Shalawat Nariyah.

"Dalam Hari Santri ini PBNU akan melaksanakan kegiatan pembacaan 1 miliar Sholawat Nariyah yang akan dibacakan oleh seluruh warga NU di seluruh Indonesia, bahkan juga akan dilaksanakan oleh pengurus cabang NU yang ada di luar negeri," ujar Misbahul di Kantor PBNU, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, Jumat (18/10/2019) dikutip dari Detik.com.

Khusus di Jakarta Shalawat Nariyah akan berlansung di Masjid Raya Hasyim Asyari, Jakarta Barat. Sekitar 10.000 jamaah akan hadir serta seluruh jajaran utama dan para Rais Aam PBNU. Wakil Presiden terpilih Ma'ruf Amin juga direncanakan hadir untuk memberikan amanat.

"Ketua Umum PBNU Kiai Said Aqil nanti akan memberikan pidato kebangsaan, kemudian dari wakil presiden Kyai Haji Ma'ruf Amin itu berupa amanat berkaitan dengan hari santri," jelas Misbahul.

Selain di Jakarta, puncak kegiatan Hari Santri yang jatuh pada 22 Oktober 2019 juga akan dipusatkan di Universitas Nahdhatul Ulama Indonesia (Unisia) Parung, Bogor. Santri sekaligus masyarakat Nahdliyin setempat akan mengikuti Apel Akbar Kebangsaan Hari Santri Nasional. Kegiata tersebut akan dihadiri Ketum PBNU Said Aqil Siradj.

"Tujuan dari ada kegiatan ini adalah tentu pertama mengharapkan berkah sekaligus memohon kepada Allah, berharap tentu agar bangsa ini selamat dari berbagai bencana, dan sekiranya Indonesia hidup damai dan menjadi negara yang penuh keberkahan dari Allah," ujar Misbahul dilansir dari Detik.com.

Pembacaan Shalawat Nariyah juga untuk mendoakan pahlawan negara yang telah gugur. Tradisi doa ini sekaligus untuk mengajak generasi penerus bangsa agar tak lupa akan jasa pahlawan. [dutaislam.com/pin]

close
Banner iklan disini