Musyawarah atas Nama Ulama dan Tokoh Umat yang Aneh dan Sembunyi-Sembunyi
Cari Berita

Advertisement

Loading...

Musyawarah atas Nama Ulama dan Tokoh Umat yang Aneh dan Sembunyi-Sembunyi

Duta Islam #03
Rabu, 16 Oktober 2019
Loading...

Suasana musyawarah atas nama Ulama dan Tokoh Umat berlangsung di Bandung. Foto: Kumparan.com. 
DutaIslam.Com - Ada musyawarah mengatasnamakan ulama di Kota Bandung. Kegiatan bernama "Musyawarah Ulama dan Tokoh Umat" tersebut berlangsung sejak Selasa (15/10/2019) dan rencananya hingga Kamis (17/10/2019). Melalui rekaman video, Imam Besar FPI memberikan dukungan atas kegiatan tersebut.

Jika dibanding dengan acara-acara serupa sebelumnya kegiatan tersebut terasa aneh. Keanehan pertama, acara tersebut terkesan sembunyi-sembunyi. Jika tidak ada dukungan Habib Rizieq melalui rekaman video barangkali tidak ada masyarakat yang tahu jika sedang berlangsung musyawarah atas nama ulama dan tokoh umat.

Keanehan kedua, MUI Bandung yang bukan ormas tapi menjadi tempat kumpulnya ulama dari beberapa ormas sempat kaget mengenai acara tersebut. MUI juga baru tahu dari rekaman dukungan yang disiarkan oleh Habib Riziq. MUI bahkan menyebut musyawarah tersebut tidak jelas kelaminnya. Penyebutan ulama tidak mengindikasikan pada ulama dari ormas manapun, baik MUI, NU, Muhamamdiyah, bahkan juga bukan ulama 212.

Keanehan ketiga, kegiatan tersebut mengatasnamakan ulama tapi tidak jelas jenis kelaminnya. Jika mereka yang berkumpul adalah ulama 212, mungkin saja. Namun jika ini benar, justru menjadi semakin aneh. Tidak biasanya ulama 212 menggelar acara yang terkesan rahasia dan sembunyi-sembunyi dan rahasia. Sebagaimana beberapa agenda yang dilakukan sebelumnya, ulama 212 selalu mempublish di media jika ada kegiatan.

Keanehan keempat, berdasarkan tayangan pra acara sebagaimana diunggah Chanel Youtub FrontTV, acara tersebut juga dihadiri mantan Penasehat KPK Abdullah Hehamahua. Ini mengindikasikan bahwa acara tersebut bukan acara lokal. Meskipun begitu, tujuan dan apa saja yang akan dibahas sampai sekarang tidak disampaikan ke publik.

Keanehan keempat, sampai saat ini tidak ada yang tahu apa agenda dibalik kegiatan tersebut. Ini tentu saja sangat aneh karena mereka mengatasnamakan ulama dan tokoh umat, tapi umat tidak diberi jawaban apa kegiatan yang dilakukan. Media mainstream seperti kumparan.com pun tidak tahu dan tidak diberi tahu oleh panitia.

"Panitia lainnya yang ditemui di sekitar lokasi dan diminta waktu untuk wawancara mengatakan, hasil musyawarah ulama akan disampaikan kepada wartawan pada Kamis. Dia belum dapat menyampaikan objek bahasan dalam musyawarah tersebut. "Nanti saja hari Kamis, ya," ucap dia." demikian berita yang ditulis kumparan.com. Kita tunggu saja. [dutaislam.com/pin]




close
Banner iklan disini