Menguliti Propaganda Hizbut Tahrir yang Dilakukan oleh Ayik Mantan HTI
Cari Berita

Advertisement

Loading...

Menguliti Propaganda Hizbut Tahrir yang Dilakukan oleh Ayik Mantan HTI

Duta Islam #07
Minggu, 27 Oktober 2019
Loading...

Peringatan hari santri nasional
Seminar dan bedah buku nkri daulah santri. Foto: istimewa
DutaIslam.Com - PAC Ansor Bangsri Memperingati hari santri dengan mengadakan acara Seminar dan bedah buku NKRI Daulah Santri "Menguliti Propaganda HTI" pada hari Sabtu, acara tersebut bertempat di Gedung MWCNU Bangsri, Jepara. 26/10/2019.

Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian agenda yang dilakukan oleh PAC Ansor Bangsri hingga acara terakhir nanti Maulid Kebangsaan bersama Habib Muhammad Lutfhi bin Yahya tanggal 28 Oktober 2019. Peserta yang hadir pada Kegiatan seminar ini kurang lebih 100 orang dari kalangan santri, siswa dan banom NU yang ada di Bangsri.

Pada kegiatan ini menyajikan beragam pengalaman yang sudah di alami oleh kedua pemateri. Bagi Abdullah Badri selaku kader Ansor Jepara dan Ayik Heriansyah sebagai mantan Hizbut tahrir Indonesia serta moderator acara menuturkan daulah santri merupakan bentuk dari peringatan hari santri itu sendiri.

Abdullah Badri selaku pembedah buku mengatakan Hizbut Tahrir Indonesia di dirikan oleh Syekh Taqiyyuddin An Nabhani. Dulu ingin mendirikan khilafah sampai lintas negara, itu yang menjadi cita-cita penggagas Hizbut Tahrir. Kalau dibandingkan dengan NU justru malah menjadi "Trans Dimensi". Tidak seperti HTI yang hanya mempunyai cita-cita begitu sempit.

Kenapa kang Ayik masih memakai celana cingkrang padahal sudah NU, ungkap Abdullah Badri pemilik media Duta Islam itu.

Seketika Ayik Heriansyah menjelaskan bahwa ia masih memakai celana cingkrang untuk memberikan bukti bahwa dulu itu pernah menjadi anggota Hizbut Tahrir Indonesia.

Saat ini Islam transnasional yang masuk di negara Indonesia seperti salah satu agama Islam yang ekstrim ditandai dengan menggunakan kekerasan. Padahal inti dari Islam itu "Uswatun Hasanah", contoh ketika kyai tidak mempunyai dalil maka tidak akan di percaya lagi oleh santrinya. Makanya sekarang kebanyakan tanya dalil dan dalil, ungkap Badri kader Ansor Jepara.

Peringatan Hari Santri Nasional


Keinginan HTI untuk anggotanya harus selalu tunduk kepada satu orang pendapat dari Hizbut Tahrir, berbeda dengan NU. Dan konsep HTI itu tidak dimiliki oleh Nabi. Hizbut Tahrir Indonesia mengatakan interaksi atau yang dilakukan oleh Rasulullah SAW dalam mengkritik berhala, mengubur bayi perempuan. menjadi pegangan bagi HTI untuk mengkritik demokrai dan pancasila. Ungkap mantan HTI tersebut.

Ayik Heriansyah mengatakan perjalanan hidup waktu menjadi anggota HTI. Bahwa di dalam HTI banyak kesalahan dalam berfikir. HTI selalu mengkalim mendirikan khilafah atas apa yang dilakukan Rasulullah dibuktikan dengan kitab pembinaan HTI itu sendiri.

Padahal sesaat Nabi SAW wafat baru ada yang namanya khilafah dari sahabat-sahabat Nabi. Buku ini diarahkan untuk mengingatkan kita untuk selalu bisa membentengi diri kita terlebih dahulu dari paham radikalisme. jika khilafah jalan Islam pastinya Mbah Hasyim menyebutnya, namun itu tidak ada. Dan kembali lagi HTI hanya bisa mengklaimnya. [dutaislam.com/ka]

close
Banner iklan disini