MAJT Dikepung Karaoke, Ormas Se-Jateng Lakukan Somasi
Cari Berita

Advertisement

Loading...

MAJT Dikepung Karaoke, Ormas Se-Jateng Lakukan Somasi

Duta Islam #02
Jumat, 25 Oktober 2019
Loading...

Ormas se Jateng ingin tempat karaoke di sekitar MAJT ditutup. 

DutaIslam.Com - Sekitar 300 orang dari berbagai elemen organisasi masyarakat (Ormas) se Jawa Tengah melakukan somasi di tempat karaoke liar dekat area kompleks Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT). Tuntuntan mereka hanya satu, yakni meminta lokasi tersebut segera ditutup.

"Tuntutan kami hanya ingin tempat karaoke itu segera ditutup," kata Koordinator lapangan, Abdul Jalil di area MAJT, Jalan Arteri Soekarno Hatta Semarang, Kamis (24/10/2019).

Pria yang juga menjabat sebagai penggerak Badan Koordinasi Amalan Islam (BKAI) Jawa Tengah ini menyatakan merasa risih dengan adanya tempat karaoke di lingkungan kompleks MAJT. Menurutnya, MAJT salah satu aset penting Jawa Tengah yang terletak di Kota Semarang sudah memiliki reputasi baik tingkat nasional bahkan internasional.

"Banyak masyarakat dari berbagai Indonesia datang ke MAJT. Bahkan sejumlah tokoh internasional juga sering berkunjung ke MAJT, namun justru yang terjadi tidak jauh dari lokasi berdiri deretan tempat karaoke. Ini kan ironis," tandasnya.

Gus Jalil, sapaan akrab pria tersebut berharap semua elemen masyarakat Jawa Tengah mendesak Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dan Pemkot Semarang segera mengambil langkah nyata. Hal ini demi menjaga marwah MAJT di mata dunia internasional.

"Mari masyarakat di manapun berada ikut ambil bagian untuk mendorong pemerintah mengambil langkah serius guna memosisikan MAJT sebagai sebagai kebanggaan Jawa Tengah dan Indonesia," imbuhnya.

Sementara itu Ketua Garda Nusantara Jawa Tengah, Verlly Marven S menyayangkan masih beroperasinya tempat karaoke liar di lingkungan kompleks MAJT. Menurutnya, adanya tempat karaoke liar di area dekat MAJT mengindikasikan MAJT seperti dikepung tempat maksiat tersebut.

"Faktanya hingga saat ini tempat karaoke tersebut masih buka terus. Bahkan mereka menggunakan salah satu akses milik MAJT. Kami satu komando dengan Gus Jalil dalam menyuarakan persoalan ini," katanya.

Sejumlah ormas tingkat Jateng yang turut hadir dalam acara tersebut seperti, Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri (FKPPI) Jawa Tengah, Komandan Brigade Laskar Merah Putih Jateng, Pemuda Pancasila Jateng, Detasemen Pasukan Khusus (Depsus) Patriot Garuda Nusantara (PGN) Jateng, KPMP Komando Pejuang Merah Putih, Garda Nusantara Jateng, Lembaga Investigasi Negara, Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI), LSM Grapindo, LSM Gesra, dan sejumlah ormas tingkat Jateng lainnya.

Salah satu pengurus MAJT, Iwan Cahyono S.H menyatakan apresiasi apa yang telah dilakukan ormas se Jateng. Gus Iwan, sapaan akrab pria tersebut meminta Pemkot Semarang tak perlu ragu menutup tempat karaoke liar yang tidak berizin itu.

"Kemarin 22 Oktober kami rapat bersama di Pemkot Semarang membahas rencana pembongkaran tempat tersebut. Kami mendorong pemerintah agar segera merealisasikannya. Kami yakin pemerintah dapat mewujudkannya. Jangan sampai masyarakat yang bergerak melakukannya," ujarnya.

Saat ini, kata Gus Iwan, ada sekitar empat titik karaoke liar di area dekat kompleks MAJT. Bahkan salah satunya menggunakan akses utam sisi utara yang dimiliki MAJT. [dutaislam.com/gg]

close
Banner iklan disini