Maaher At-Thuwailibi: Kami Bukan Budak Politik, Bukan Pula Penyembah Berhala Demokrasi
Cari Berita

Advertisement

Loading...

Maaher At-Thuwailibi: Kami Bukan Budak Politik, Bukan Pula Penyembah Berhala Demokrasi

Duta Islam #03
Kamis, 24 Oktober 2019
Loading...

Maaher At-Thuwailibi. Foto: Istimewa.
DutaIslam.Com - Ustadz pendukung HTI Maaher At-Thuwailibi nyerocos setelah Presiden Jokowi mengumumkan susunan kabinet jilid II. Maaher mengatakan terserah apa yang dilakukan Jokowi sambil menyebut-nyebut berhala demokrasi.

"Secara resmi Presiden Jokowi umumkan susunan kabinet baru, menteri-menteri baru, dsb [bahkan Prabowo kini menjadi Menteri Pertahanannya]. Terserah lah .. !! Ambillah kekuasaan dan jabatan itu, demi Allah saya sebagai anak bangsa yang cinta Agama dan negara hanya minta satu ini," tulis Maaher di Twitter, Rabu (23/10/2019) dengan melampirkan tangkapan layar berisi beberapa perkataan dirinya.

Dalam tangkapan layar tersebut Maaher menyebut dirinya bukan budak politik. Dia juga menyebut bukan penyembah berhala demokrasi.

"Saya tidak peduli siapa presidennya, siapa mentri pertahanannya, dan siapa menkopolhukamnya. Kami bukan budak politik, bukan pula penyembah berhala demokrasi," katanya.

"Kami tidak haus kekuasaan dan tidak bernafasu jabatan. Kami hanya ingin tumbangkan segala bentuk kedzaliman dan tegakkan konstitusi yang berkeadilan," sambungnya.
Tulisan Maaher mendapat kritik dari sejumlah netizen. Salah satunya dari akun bernama Zaen Ahmad. Ahmad mengatakan, mestinya Maaher bukan minta urusan personal tapi bagaimana presiden dan kabinetnya bisa bekerja dengan baik untuk rakyat.

"Mestinya yg antum minta bagaimana presiden & kabinetnya bekerja serius untuk rakyat, ekonomi membaik ,hukum tegak se adil adilnya ,kok mintanya urusan personal," tulis Ahmad.

Lain dengan Ahmad, akun bernama Jok Jenang langsung menandai akun Prabowo agar Maaher At-Thuwailibi segera disingkirkan.

"Ini satu pak menhan @prabowo....ustad tengik kadrun yng tak suka pancasila. Demokrasi.. Singkirkan lbih cepat lbih baik..tetesan darah pahlwan terdahulu lbih berharga dri bajingan tengik ini," tulisnya. [dutaislam.com/pin]

close
Banner iklan disini