Kekhawatiran Salafi Wahabi Sampai Tingkat Paranoid
Cari Berita

Advertisement

Kekhawatiran Salafi Wahabi Sampai Tingkat Paranoid

Duta Islam #07
Kamis, 10 Oktober 2019

golongan salafi wahabi
Kekhawatiran salafi wahabi sampai tngkat paranoid. Foto: istimewa
DutaIslam.Com - Aswaja rela merendahkan diri sendiri dengan cacian dan makian yang diterima oleh sekelompok salafy wahabi, demi tersohornya kelompoknya sendiri.

Rasulullah SAW bersabda :

عن شداد بن أوس : قلت يارسول الله! أتشرك امتُك من بعدِك ؟، قال: نعم، انهم لا يعبدون شمسا ولا قمرا ولا وَثنًا ولا حجراٌ، ولكنَّهم يُراءون باعمالِهم.
Artinya:
Dari sahabat Syaddad bin Aus: "Aku bertanya, akankah umatmu menjadi musyrik sepeninggalmu kelak? Nabi menjawab," iya, namun mereka tidak menyembah matahari, bulan, berhala, dan batu, tetapi mereka riya (ingin dilihat orang lain) dalam amal mereka. (HR.Ahmad, Al-Hakim, Ibnu Majah).

Dalam hadist lain Rasulullah SAW juga bersabda :

لستُ اخافُ عليكم اَن تشركوا بعدي، ولكني اخشي عليكم الدنيا ان تنافسُوا فيها فتهلكوا كما هلك من قبلكم
.
Artinya:
"Aku tidak takut atas kesyirikan kalian sepeninggalku kelak, namun aku takut atas kalian dunia yang kalian perebutkan, maka kalian binasa seperti binasanya orang terdahulu."  (HR. Al-Bukahri Muslim 1279, Ahmad, Ibnu Majah, Baihaqi dll.)

Baca: Radikalisme Konsep Hijrah

Dari dua hadits diatas, kita dapat memahami bahwa Rasulullah SAW, tidak mengkhawatirkan umatnya melakukan kesyirikan, namun Baginda Rasulullah lebih mengkhawatirkan riya dan berebut dunia.

Dua penyakit inilah sumber petaka bagi umat ini, oleh karena Rasulullah SAW mewanti-wanti pada kita dengan hati yang penuh kasih sayang agar kita selalu waspada. Masihkah kita ragu dengan sabda Nabi SAW, serta masih tetap akan selalu mensyirikkan orang lain.?

Lalu melupakan betapa bahaya riya' itu, tampil beda secara frontal dengan mayoritas Muslim di dunia ini, dari zaman ke zaman. Serta menjadi pemulung dunia tanpa peduli dari mana uang itu didapat sekalipun akidah dan adab yang dikorbankan.

Maaf...berpakaian beda, cara shalat beda, sujud beda, bacaan beda, meletakan tangan di atas dada sampai ke leher sangat tidak lazim, bahkan wajah juga beda, jidad hitam dan jelek (padahal Abu Darda RA menyuruh menghilangkan kapalan hitam itu -baca HR. Baihaqi), semua itu sarana untuk menghantar pada riya' yang dilarang oleh Rasulullah SAW.

Alangkah buruknya orang jika ibadah dijadikan sarana untuk mendukung kegenitan agar terlihat beda. Sejujurnya kita juga berterima kasih pada saudara kita wahabi-salafi, mereka sangat cinta pada kita sehingga mereka mengkhawatirkan umat Islam melakukan kesyirikan, semoga Allah membalas kebaikan kalian, namun karena kekhawatiran ini terlalu berlebihan sampai pada tingkat "paranoid", sehingga waktu hanya dihabiskan untuk mengurus keimanan orang dan lupa mengoreksi imannya sendiri.

Golongan Salafi Wahabi


Biarkan kami mengikuti dua hadits di atas agar tidak riya' dan tidak cinta dunia, dan saudaraku wahabi/salafi mengurus dirinya sendiri. Insya Allah kami Ahlusunnah Waljama'ah tidak tertarik ko' dengan ajaran orang Najed karena Nabi SAW saja tidak mau mendoakan mereka, bahkan bersabda:
.
هناك الزلازل والفتن وبها يطلع قرن الشيطان

Artinya:
"Dari sana goncangan dan fitnah, dan dari sana pula muncul tanduk setan".

Jangan tersinggung mas/mba! ini sabda suci dari Nabi nan suci [SAW]. Apa iya orang Najed lebih sayang pada umat ini dibanding Rasulullah SAW? Yang tidak dikhawatirkan Nabi SAW kalian takut, tetapi yang dikhawatirkan Beliau SAW kalian abaikan.

Baca: Bila Salafi Tidak Terima Disebut Wahabi

Sebenarnya Kalian ini umat siapa ya ?
Jika kita baca shalawat Allahumma Sholli' ala Muhammad ketahuilah Muhammad itu adalah Muhammad bin Abdillah SAW bukan muhammad bin Abdul Wahhab, yzng suka mensyirikkan Muslimin. Kita yakin 100% ajaran Sayyidina Muhammad bin Abdillah SAW semuanya pasti benar, adapun ajaran dan fatwa Muh bin Abdul wahhab belum tentu benar kan? [dutaislam/ka]

close
Banner iklan disini