Gus Yusuf Ungkap Tiga Pertanyaan Jebakan Kelompok HTI
Cari Berita

Advertisement

Gus Yusuf Ungkap Tiga Pertanyaan Jebakan Kelompok HTI

Duta Islam #02
Selasa, 01 Oktober 2019

Gus Yusuf saat memberikan tausiyah tentang bahaya HTI.

DutaIslam.Com - KH Yusuf Chudlori atau yang akrab dipanggil Gus Yusuf menyatakan bahwa HTI meskipun sudah dibubarkan organisasinya, namun tetap berbahaya sebab mereka masih menyebarkan ideologinya.

"Organisasi mereka secara resmi memang sudah dibubarkan oleh pemerintah, tapi gerakannya masih terus, lewat media sosial, hati-hati jangan asal percaya pada WA, Facebook, Twitter, macem-macem," kata Gus Yusuf dalam salah satu ceramahnya yang diposting akun Gus Yusuf Channel, dikutip dutaislam.com, Selasa (01/10/2019).

Bahkan, lanjut Gus Yusuf, mereka juga merayap masuk dari sekolah ke sekolah, kampus ke kampus, dan rumah ke rumah.

"Maka kalau Anda bukan ahli mujadalah, ahli berdebat, jangan diladeni kalau ada tamu ngajak diskusi soal itu," tandasnya.

Gus Yusuf kemudian mencontohkan tiga pertanyaan kunci yang diberikan oleh mereka untuk menjebak masyarakat.

"Satu, baik mana antara Al-Qur'an dan Pancasila? Ayo jawab. Yang kedua, baik mana antara Jokowi dan Nabi Muhammad? Bisa jawab? Atau yang terakhir, baik mana antara negara Islam atau negara kafir?," terangnya.

Menurut Gus Yusuf, pertanyaan-pertanyaan tersebut tidak perlu dijawab, karena hal tersebut merupakan jebakan. Ia menjelaskan, Al-Qur'an dengan Pancasila sesungguhnya tidak perlu dipertengtangkan.

"Al-Qur'an itu kalamullah, Pancasila buatan manusia. Iya betul, karena itulah Pancasila mengadopsi, mengambil sumber-sumbernya dari Al-Qur'an," terang Gus Yusuf.

"Kalau Anda menjawab baik Al-Qur'an, 'mari tinggalkan Pancasila kita harus berdasarkan Al-Qur'an', bisa bubar negara ini," imbuh Gus Yusuf memperkirakan jawaban kelompok mereka.

Begitu juga dengan pertanyaan antara Jokowi dengan Nabi Muhammad. 

"Baik mana? Anda menjawab Nabi Muhammad. Jelas.. Nabi Muhammad panutan seluruh umat manusia. Pak Jokowi ya panutan, Pak Jokowi ya pengikut Nabi Muhammad. Jangan dipertentangkan," terang Gus Yusuf.

Selanjutnya antara negara kafir dan negara Islam. Menurut Gus Yusuf di Indonesia hampir semua syariat Islam bisa dilaksanakan.

"Sering orang gembar-gembor NKRI bersyariat. Saya tanya syariat Islam kayak apa? Di Indonesia ini hampir semua syariat Islam bisa dilaksanakan. Tolong syariat Islam jangan dimaknai hanya potong tangan dan rajam," tandas Gus Yusuf.

"Kita shalat lima waktu syariat Islam, kita puasa, zakat syariat Islam, kita haji difasilitasi negara, ngaji membaca Al-Quran gak ada yang ngelarang, sudahlah jangan kamu rusak perdamaian, kita wajib menjaga kedamaian," imbuhnya. [dutaislam.com/gg]

close
Banner iklan disini