Cerita Syaikh Hakim bin Mashduqi Lasem Saat Menulis Nadzom Aqidah Ibnil Al-Lasimi
Cari Berita

Advertisement

Loading...

Cerita Syaikh Hakim bin Mashduqi Lasem Saat Menulis Nadzom Aqidah Ibnil Al-Lasimi

Duta Islam #07
Rabu, 16 Oktober 2019
Loading...

ulama pengarang kitab di indonesia
Ulama pengarang kitab di indonesia. Foto: istimewa
DutaIslam.Com - Syaikh Hakim bin Mashduqi Lasem menulis nazhom Aqidah Ibnil Al-Lasimi saat berusia 17 Tahun. Syaikh Hakim bin Mashduqi ialah ulama Nusantara dari Lasem Rembang. Nadzom Aqidah Ibn al-Lasimi adalah salah satu kitab tentang akidah Ahlus Sunnah Wal jama’ah yang disusun dalam bentuk prosa.

Baca: Tafsir Surat An-Nisa Ayat 147, Bersyukur Atas Nikmat Allah

Kitab ini ditulis oleh Syaikh Hakim ibn Mashduqi pada saat beliau berusia 17 Tahun sebagaimana beliau katakan pada akhir nadzom kitab:

قَدِ انْتَهَى عَقِيْدَةُ ابْنِ اللَّاسِمِيْ * بِحَمْدِ رَبِّ الْخَلْقِ مُوْلِي النِّعَمِ

وَأَصْلِحِ الْفَسَادَ حَيْثُ يُوْجَدُ * بَعْدَ تَأَمُّلٍ صَحِيْحٍ يُحْمَدُ

لِأَنَّهُ لَا بُدَّ لِلْإِنْسَانِ * مِنَ الْخَطَاءِ وَمِنَ النِّسْيَانِ

مَنْظُوْمَةُ ابْنِ سَبْعَ عَشْرَةَ سَنَةْ * مَعْذُوْرَةٌ مَقْبُوْلَةٌ مُحَصَّنَةْ

سَنَةُ إِحْدَى وَثَمَانِيْنَ الَّتِيْ * بَعْدَ ثَلَاثِمِائَةٍ قَدْ خَلَّتِ

مِنْ أَلْفِ عَامٍ سَنَةُ التَّنْظِيْمِ * نَفَعَهَا ذُو الْكَرَمِ الْعَمِيْمِ

Telah selesai penulisan Aqidah Ibnil Lasimi dengan puji Tuhan semesta, Tuhan yang mengatur berbagai kenikmatan. Ketika terdapat kesalahan, benarkalah setelah berpikir dengan benar yang terpuji. Karena kesalahan dan kelalaian harus ada pada manusia. Ini adalah Nazhoman anak umur tujuh belas tahun. Nazhaman yang dimaklumi, diterima dan yang dijaga.
Dua bait setelah itu beliau berkata:

Ulama Pengarang Kitab di Indonesia


Tahun selesai menulis adalah tahun 1381. Semoga Allah Tuhan yang Maha Dermawan menjadikannya bermanfaat.

Beliau menulis Nazhom tersebut ketika ayahnya masih hidup. Setelah selesai menulis, beliau menyodorkannya kepada ayahnya. Saat membacanya, sang ayah berdoa agar kitab tersebut kelak bermanfaat dan berkah. Dan benar, ayahnya langsung mengkajinya didepan para santri yang jumlahnya tergolong sangat banyak.

Penulis juga memohon ayahnya untuk menuliskan syarah atas nazhaman tersebut, akan tetapi ayahnya menolak untuk itu. Ketika penulis sudah benar-benar menjadi kyai, beliau menulis syarahnya sendiri, yang diberi nama Adz-Dzakhaa'ir Al-Mufiidah fi Syarhil Aqidah.

Baca: 16 Nasehat Kesejukan Gus Mus Lewat Sastra

Di beberapa pesantren di Jawa Tengah dan Jawa Timur, kitab nazhom ‘Aqidah Ibnil Lasami' saat ini masih dihafalkan dan syarahnya Adz-Dzakhaa'ir Al-Mufiidah fi Syarhil Aqidah masih dipelajari. Semoga kita tetap mendapatkan barakahnya, amiinn. [dutaislam/ka]

close
Banner iklan disini