Bahas Cium Tangan, Gus Nadir Balas Telak Komentar Netizen yang Nggak Nyambung
Cari Berita

Advertisement

Bahas Cium Tangan, Gus Nadir Balas Telak Komentar Netizen yang Nggak Nyambung

Duta Islam #03
Jumat, 04 Oktober 2019

Nadirsyah Hosen. Foto: Istimewa.
DutaIslam.Com - Sempat dipermasalahkan soal tradisi cium tangan, Rais Syuriah PCI NU Australia-New Zealand Nadirsyah Hosen (Gus Nadir) menyodorkan referensi kitab. Namun ada saja netizen yang tidak tahu persoalan lantas menyerang Gus Nadir. Anehnya, komentarnya justru tudak nyambung.

Gus Nadir menjelaskan bahwa para sahabat nabi termasuk Umar bin Khattab pernah mencium tangan Nabi Muhammad. Penjelasan tersebut dapat dilihat di Kitab Fathul Bari karya Ibnu Hajar. Gus Nadir juga menyodorkan tangkapan layar kitab tersebut.

"Om @musaraya99 meski follower anda nol, tapi penting ini saya respon denga skrinsut bahasan ulama & riwayat para sahabat Nabi, termasuk Umar bin Khattab, mencium tangan Nabi Saw. Ini dari kitab Fathul Bari karya Ibn Hajar. Yang pernah mondok tahu persis otoritas kitab ini🙏😊," tulis Gus Nadir di Twitter, Kamis (03/10/2019).

Diduga karena terlampau benci, salah satu akun bernama Dee Young dengan alamat @Deeyoung4 lantas mengeluarkan komentar yang tidak nyambung. Gus Nadir yang membahas tentang cium tangan ditanggapi dengan masalah bahwa sahabat nabi pernah mabuk oleh Dee Young. Dia lantas menyebut Gus Nadir hanya mencari celah untuk membangun sebuah keyakinan.

"Sahabat pernah mabuk apakah mabuk itu di bolehkan. Wahyu itu bertahab broo. Ini namanya mencari celah untuk bangun sebuah keyakinan," katanya.
Gus Nadir menanggapi balik komentar Dee Young yang terlihat bersemangat menyerang. Padahal, kata Gus Nadir, dirinya hanya memposting screenshot tentang cium tangan. Tetapi komentar Dee Young malah komentar kemana-mana alias tidak nyambung.

Gus Nadir lantas meminta Dee Young untuk menyodorkan kitab lainnya yang menawarkan perspektif berbeda agar dirinya juga bisa belajar.

"Om @DeeYong4 semangat mau nyerang saya, padahal saya cuma skrinsut kitab Fathul Bari berisikan beberapa riwayat Hadits para sahabat cium tangan Nabi & komentar para ulama. Kok komennya kemana-mana. Tolong skrinsut kitab lainnya dengan perspektif berbeda, agar saya bisa belajar dari anda, Om🙏," balas Gus Nadir.
Hingga berita ini ditulis, Dee Young tidak memberikan komentar balik.

Namun terkait dengan tradisi cium tangan tersebut, Ahli Tasawuf Kiai Lukman Hakim juga ikut berkomentar. Bahkan beliau menganjurkan santrinya agar tidak hanya mencium tangan orang tuanya, tetapi juga telapa kaki ibu.
"Malah para mahasantri saya anjurkan mencium kedua telapak kaki ibunya kalau pas lagi pulang. Walaupun belum ada tesis atau disertasi yngg membahas hadits surga di bawah telapak kaki ibunda. Ada yang mau teliti minimal psikologis spiritual?," ujar Kiai Lukman [dutaislam.com/pin]

close
Banner iklan disini