Ucapan Ulang Tahun Anita pada Gus Dur: Banyak Masalah Cederai Keadilan dan Demokrasi
Cari Berita

Advertisement

Loading...

Ucapan Ulang Tahun Anita pada Gus Dur: Banyak Masalah Cederai Keadilan dan Demokrasi

Duta Islam #02
Minggu, 08 September 2019
Loading...

Gus Dur tertawa. (Foto: istimewa)
DutaIslam.Com - Putri Gus Dur Anita Wahid menuliskan ucapan ulang tahun kepada ayahandanya, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Anita sendiri tidak yakin Gus Dur ulang tahun ke berapa. Ia menyebut ke 79 atau 80 tahun, atau bahkan ulang tahun Gus Dur bukan hari ini (Sabtu 7 September 2019).

Dalam ucapan ulang tahunnya kepada Gus Dur itu, Anita menulis bahwa negeri ini sedang menghadapi masalah-masalah pelik, mencederai keadilan dan demokrasi.

Berikut ini ucapan ulang tahun Anita untuk Gus Dur, yang diposting Anita melalui Facebooknya Anita Ashvini Wahid, Sabtu 7 September 2019:

Selamat ulang tahun (lagi), Pak. Entah hari ini semestinya engkau berumur 79 atau 80 tahun. Atau mungkin bahkan ulang tahunmu bukan di hari ini.
Tadi malam kami yang menyayangimu berkumpul bersama, merayakan hari ulang tahunmu. Tumpah ruah kekangenan kami padamu dan segala kenangan mengenai dirimu.

Saat ini kami dihadapkan pada banyak sekali permasalahan pelik dan mencederai keadilan dan demokrasi. Masalah Papua, pelemahan KPK dan gerakan pemberantasan korupsi, RKUHP, RUU pertanahan, masalah perlindungan data pribadi, RUU KKS. Belum lagi RUU PKS yang sangat mendesak kebutuhannya tapi tak kunjung disahkan.

Di masa seperti ini, betapa kami sangat membutuhkan kehadiranmu. Kami membutuhkan sosok yang membuat keputusan berdasarkan nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan perdamaian. Yang membuat keputusan yang secara fundamental menyelesaikan inti permasalahan. Yang mendengarkan langsung apa yang dibutuhkan kelompok-kelompok yang lemah dari mulut mereka, dan bukan apa yang kita pikir mereka butuhkan berdasarkan kacamata kita. Yang menawarkan penghormatan dan kasih sayang, dan meninggikan harkat dan martabat setiap anak manusia secara tulus tanpa agenda. Yang mempercayai bahwa tiap nyawa dan jiwa manusia adalah ciptaan Tuhan Sang Pemilik Semesta, sehingga setiap jiwa dan nyawa yang lemah, dilemahkan, dan teraniaya patut dibela. Yang mencintai mereka sebagai sesama manusia, dan tidak terikat pada berbagai cap, label, dan stigma yang dipercaya banyak orang tentang mereka. Yang mampu berdiri tegak atas pendiriannya, tanpa pertimbangan hitung-hitungan dan kalkulasi politik.

Ah, seandainya saja engkau masih berada di tengah-tengah kami.

Di hari yang konon ulang tahunmu ini, kami yang menyayangimu hanya berharap kami mampu dan kuat menjaga dan memperjuangkan semua nilai yang telah kamu ajarkan dan contohkan kepada kami. Aku percaya, di alam damai sana kamu sedang tersenyum kepada kami sambil berkata, “Kalian siap, mampu, dan bisa.”

Selamat ulang tahun, Pak.

Lahul Fatihah.. [dutaislam.com/gg]

close
Banner iklan disini