Tiga Kemungkinan Orang yang Ngaku NU Tapi Menjelekkan NU
Cari Berita

Advertisement

Loading...

Tiga Kemungkinan Orang yang Ngaku NU Tapi Menjelekkan NU

Duta Islam #02
Senin, 30 September 2019
Loading...

Ilustrasi: Ulama Al-Azhar berkunjung ke PBNU. (Foto: NU Online)
Oleh Rijal Mumazziq Z

DutaIslam.Com - Kritik itu boleh, yang nggak boleh itu fitnah.Makanya, kalau ada orang yang mengaku NU lalu kemana-mana malah menjelek-jelekkan NU, bahkan memfitnahnya, biasanya ada tiga kemungkinan:

(1) Dia nggak punya jasa apa-apa dalam memperjuangkan NU;

(2) Dia nggak paham perkembangan NU di daerahnya. Baik dari sisi perkembangan kaderisasi organisatoris, maupun kaderisasi di bidang pemantapan amaliah ilmiyah Aswaja Annahdliyyah. Termasuk, jumlah pertumbuhan aset yang dimiliki oleh organisasinya, dan perkembangan kaderisasinya. Karena nggak paham, akhirnya yang diomongkan ya hanya "dakwah NU itu memble", "dakwah kurang greget", "dakwah kok ceramah sambil melucu melulu", dst, padahal kalau mau menengok, beberapa orang NU bergerak lincah di level bawah, baik atas nama organisasi maupun pribadi, dalam kegiatan dakwah. Lha mendirikan TPQ apa bukan dakwah? Mendampingi ibu-ibu ngaji thaharah apa bukan dakwah? Melatih remaja agar aktif di masjid melalui pembentukan grup rebana, apa juga bukan bagian dari sarana dakwah? Banyak, sangat banyak, aktivitas dakwah nahdliyyin di level bawah. Tapi mas, orang NU di daerah saya malas jamaah, buktinya masjid nggak full! Jawabnya ada dua: pertama, terlalu banyak musala dan masjid di RW-mu, sehingga jamaah terpecah; kedua, berarti dakwahmu belum beres, wong ngajak jamaah tetangga saja nggak becus, kok!

(3) Terlalu banyak mengunyah omongan orang lain. Intinya, salah pergaulan. Akhirnya kesana kemari ya njelek-njelekin NU. Parahnya, juga nggak paham data. Dikiranya Muslimat NU hanya grudak-gruduk pengajian saja, padahal pembinaan jaringan Raudlatul Athfal/TK, klinik, rumah sakit, program penyuluhan di bidang kesehatan, dll, selalu berjalan. Karena sering mendengar orang lain ngomelin GP Ansor, akhirnya ikut-ikutan memfitnah begini begitu. Padahal tingkat kaderisasi di level bawah hingga atas berjalan dengan baik. Program sosial keagamaannya juga bagus. Tapi ya gimana lagi, sudah terlanjur salah pergaulan sih. Akhirnya ya termakan fitnah dan menyebarkannya. Kritik boleh, sah, yang nggak boleh itu fitnah.

Saya nulis beginian ya buat penyemangat saja. Sebab spirit berorganisasi dan berjuang itu sering kali kayak yoyo: naik turun. Tapi ingat lho ya, ingat, di organisasi apapun, biasanya yang selalu sering melancarkan kritik, dia malah nggak punya kontribusi terhadap organisasinya. Sebab, kerjaannya ya mengkritik, itu. [dutaislam.com/gg]

Loading...