Tafsir Surat Ali Imran Ayat 104, Sikap Tanggung Jawab
Cari Berita

Advertisement

Tafsir Surat Ali Imran Ayat 104, Sikap Tanggung Jawab

Duta Islam #04
Rabu, 18 September 2019

Penjelasan kandungan Surat Ali Imran ayat 104 (sumber: istimewa)
Surat Ali Imran ayat 104 berkaitan dengan pembagian peran di antara para sahabat. Di dalam Surat Ali Imran ayat 104 dijelaskan, para sahabat dalam menjalani kehidupan beragama dan bermasyarakat dianjurkan untuk membagi perannya agar saling menguatkan satu sama lain.

DutaIslam.Com - Surat Ali Imran ayat 104 mengajarkan kepada umat Islam dalam mengatur suatu tatanan masyarakat. Pembagian peran yang diajarkan Surat Ali Imran ayat 104 merupakan bentuk pemetaan anggota masyarakat sesua dengan potensinya.

Di dalam Surat Ali Imran ayat 104 ditegaskan, bahwa sebagian umat Islam hendaknya ada yang berperan sebagai juru dakwah. Ia bertugas menyampaikan amar ma'ruf dan mencegah dari kemungkaran.

Baca: Tafsir Surat Al-Maidah Ayat 2, Sikap Tolong Menolong

Ketika di dalam masyarakat, tidak ada juru dakwah yang mengajak pada kebajikan, maka masyarakat cenderung bar-bar. Mereka akan berperilaku sewenang-wenang, tanpa adanya aturan dan norma.

Berbeda jika sebagian anggota masyarakat ada yang berperan juru dakwah, tatanan sosial masyarakat akan tertaur dan terarah. Karena, mereka ada yang mengarahkan dan memperingati ketika perbuatannya tidak sejalan dengan norma yang berlaku.

وَلۡتَکُنۡ مِّنۡکُمۡ اُمَّۃٌ یَّدۡعُوۡنَ اِلَی الۡخَیۡرِ وَ یَاۡمُرُوۡنَ بِالۡمَعۡرُوۡفِ وَ یَنۡہَوۡنَ عَنِ الۡمُنۡکَرِ ؕ وَ اُولٰٓئِکَ ہُمُ الۡمُفۡلِحُوۡنَ

"Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma´ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung" (QS. Ali Imran: 104).

Pesan pertama yang terkandung di dalam Surat Ali Imran ayat 104 adalah mengajak kepada kebaikan. Sebagian anggota masyarakat hendaknya ada yang berperan mengajak pada kebaikan tersebut.

Baca: Tafsir Surat An-Nahl Ayat 125, Metode Dakwah Islam

Kata أمة menunjukkan bahwa dakwah ilal khair ditujukkan kepada kelompok, masyarakat atau bangsa. Sebab, kata أمة memiliki makna sebagai bangsa (nation), masyarakat atau kelompok masyarakat, komunitas atau organisasi, agama (relegion) atau kelompok keagamaan. Dalam al-Quran, kata ini disebutkan sebanyak 84 kali di 24 surat.

Dalam Tafsir Jami' al-Bayan, Ibnu Jarir at-Thabari menafsirkan kata يدعون sebagai ajakan kepada semua manusia, tidak membedakan antara yang mukmin atau yang kafir, yang laki-laki maupun yang perempuan. Obyek dari dakwah yang dimaksudkan adalam semua manusia.

Sebagian mereka ada yang ditugaskan untuk mengajak kepada kebaikan dengan cara yang baik serta mencegah kepada perbuatan buruk. Dalam hal ini, pembagian peran merupakan bentuk tanggung jawab yang harus dilaksanakan.

Baca: Metode Pembelajaran di Dalam Al-Quran

Sebab, tanggung jawab adalah sikap berani menanggung apa yang telah diucapkan dan dilakukan. Islam sendiri juga mengajarkan sikap tanggung jawab terhadap sesama muslim. Yakni, sikap itu ditunjukkan dengan menegur ketika saudara seimannya melakukan kemungkaran, baik secara lisan maupun perbuatan.

Rasa tanggung jawab dengan keimanan, mengharuskan untuk kita saling membantu, yaitu mendamaikan saudara seiman dalam perselisihan dan saling mengingatkan dalam kebaikan dan keselamatan, serta mencegah dari perbuatan munkar. [dutaislam.com/in]

close
Banner iklan disini