Tafsir Surat Al-Hijr Ayat 94, Dakwah Terang-Terangan
Cari Berita

Advertisement

Tafsir Surat Al-Hijr Ayat 94, Dakwah Terang-Terangan

Duta Islam #04
Rabu, 25 September 2019

Penjelasan Surat al-Hijr ayat 94 (sumber: istimewa)
Surat al-Hijr ayat 94 membincang dakwah Nabi Muhammad SAW. Di dalam Surat al-Hijr ayat 94 dijelaskan, Nabi Muhammad SAW diperintahkan untuk berdakwah secara terang-terangan.

DutaIslam.Com - Surat al-Hijr ayat 94 merupakan perintah perubahan cara berdakwah Nabi Muhammad SAW. Diwahyukannya Surat al-Hijr ayat 94 menjadi permulaan Rasulullah untuk berdakwah di publik secara terbuka.

Pada awal-awal dakwahnya, Nabi Muhammad SAW berdakwah secara sembunyi-sembunyi. Beliau hanya menyampaikan risalah ilahi kepada keluarga dan orang-orang terdekat saja.

Rasulullah SAW biasanya mengajarkan para sahabat-sahabatnya yang teleh memeluk Islam di Darul Arqam. Tempat ini menjadi markas atau pusat dakwah nabi secara sembunyi-sembunyi. Beliau di sana menyampaikan pesan-pesan Tuhan serta menjelaskannya kepada para sahabat.

Baca: Tafsir Surat Yusuf 58, Perjumpaan Nabi Yusuf dengan Saudaranya

Ketika Nabi Muhammad berdakwah secara sembunyi-sembunyi, ada beberapa orang yang tergolong pertama kali masuk Islam. Dari kalangan perempuan adalah Sayyidah Khadijah, dari kalangan anak-anak adalah Ali bin Abi Thalib, dari kalangan dewasa adalah Abu Bakar Shidiq dan dari kalangan budak adalah Zaid bin Tsabit.

Keempet orang ini kemudian juga mengajak orang-orang terdekat mereka untuk masuk Islam. Sahabat Abu Bakar sangat aktif mengejak kolega dan kerabatnya. Dan banyak pembesar-pembesar Quraisy yang berhasil masuk Islam atas jasa Abu Bakar.

Selama tiga tahun lamanya, Nabi Muhammad SAW bergerilya mengajak keluarga serta orang-orang terdekat untuk masuk Islam. Beliau mengawali dakwahnya dengan sembunyi-sembunyi karena dikhawatirkan masyarakat Arab saat itu kaget dengan pesan yang dibawa nabi.

Kemudian setelah turun Surat al-Hijr ayat 94, Nabi Muhammad SAW memulai dakwahnya secara terang-terangan. Gelombang tantangan dan rintangan yang dihadapi nabi dari masyarakat Arab semakin besar.

فَاصْدَعْ بِمَا تُؤْمَرُ وَأَعْرِضْ عَنِ الْمُشْرِكِينَ

"Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik" (QS.al-Hijr: 94)

Baca: Peran Perempuan dalam Islam

Di dalam Surat al-Hijr ayat 94, Allah SWT memerintahkan Nabi Muhammad untuk menyampaikan risalah ilahi di depan publik. Sejak turunnya ayat ini, beliau mulai berhadapan langsung dengan kaum musyrik Quraisy di dalam dakwahnya.

Sejak saat itu, orang-orang musyrik bergerak mengganggu dakwah nabi. Merek tidak henti-hentinya menghalangi perjuangan nabi dalam menyebarkan agama Islam. Dan orang yang paling keras menentang nabi adalah paman beliau yang bernama Abu Lahab.

Orang-orang Quraisy menginginkan agar Rasulullah berhenti berdakwah. Mereka menginginkan supaya kamu bersikap lunak, lalu mereka bersikap lunak pula kepadamu.

Untuk menghalangi dakwah nabi, orang Quraisy melakukan segala cara apapun. Bahkan, mereka sampai tega menyakiti nabi dan para sahabatnya.

Menanggapi perilaku orang Quraisy, Rasulullah diperintahkan oleh Allah SWT untuk menghiraukannya. Dan beliau tetap menyebarkan agama Islam, karena Allah telah menjamin akan melindungi dan menjaga nabi. [dutaislam.com/in]

close
Banner iklan disini