Slogan "Khilafah Solusinya" Tidak Laku di Masyarakat
Cari Berita

Advertisement

Loading...

Slogan "Khilafah Solusinya" Tidak Laku di Masyarakat

Duta Islam #07
Minggu, 22 September 2019
Loading...

khilafah bukan solusi
Khilafah bukan solusi. Foto: istimewa
DutaIslam.Com - Prinsip dasar tujuan didirikannya khilafah adalah untuk mewujudkan masyarakat yang merdeka, bersatu, berdaulat (cinta tanah air) , adil dan makmur
dan ternyata prinsip dasar tujuan didirikannya khilafah tersebut tertuang dalam UUD 1945 pembukaan alinea 2 yang berbunyi :

"Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur."

khilafiyah artinya adanya perbedaan pendapat yang beragam dari masing-masing perumusnya, namun menjadi keanekaragaman ilmu yang saling berdampingan dengan tujuan persatuan umat (Ukhuwwah Islammiyah)

Baca: Habib Umar bin Hafidz di Mata Syeikh Hariri (Wali Tanpa Jantung)

Khilafah artinya mempersatukan perbedaan-perbedaan yang ada baik itu suku, budaya, agama, ras maupun golongan berbagai wilayah dalam satu kesatuan yang terintegrasi dalam satu wilayah. Bila kita lihat dari definisi dan penjelasannya maka mirip dengan arti dan makna "Negara Kesatuan"
melihat dari makna dan prinsip didirikannya khilafah maka hal itu bukanlah hal baru sebab dalam UUD 1945 alinea 2 sendiri sudah dijelaskan.

Ide mengusung kembali didirikannya khilafah dipopulerkan oleh Syeikh Taqiyudin an Nabhani di Palestina pada tahun 1953, dengan tujuan agar rakyat Palestina yang beraneka ragam dengan berbagai macam agama yakni, Islam, Kristen, Yahudi disana dapat meraih kemerdekaannya, bersatu, berdaulat (cinta tanah air), adil dan makmur dan ternyata siapa sangka kalau ternyata Indonesia ternyata lebih dulu berhasil merumuskan dan mencetuskannya pada tahun 1945 yang diabadikan dalam teks UUD 1945 alinea 2 yakni mewujudkan Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat (cinta tanah air), adil dan makmur.

Tujuan prinsipil didirikannya khilafah ternyata 8 tahun lebih awal dari apa yang dicetuskan oleh Syeikh Taqiyudin an Nabhani telah dibuktikan dan dirumuskan oleh founding father bangsa Indonesia yang mayoritasnya adalah para alim ulama dan elite elite politik Muslim yang notabenenya adalah para murid alim ulama.

Bukti Indonesia telah berhasil membangun khilafah adalah tercetusnya kalimat "Bhinneka Tunggal Ika" yang bermakna "berbeda-beda namun tetap satu jua".

Syeikh Taqiyudin an Nabhani mengatakan bahwa khilafah merumuskan system pemerintahan yang berazaskan syariah agama dan bukan system kafir lantas apakah Indonesia bersystem kafir ? eits tunggu dulu , pada idielogi Pancasila sila pertama menyebutkan: "Ketuhanan Yang Maha Esa", sila pertama ini membuktikan bahwa negara ini bukanlah bersystem kafir sebab system kafir tentu tidaklah berketuhanan Yang Maha Esa.

Di Indonesia penduduknya semua beragama, bagi yang tidak beragama atau atheis silakan keluar dari NKRI atau pindah kewarganegaraan saja karena idiologi pancasila sila 1 adalah ketuhanan Yang Maha Esa.

Khilafah Bukan Solusi


Adapun syariah artinya adalah aturan, NKRI bersyariah artinya NKRI yang beraturan yang menegakkan supremasi hukum sebagaimana mestinya adil tanpa pandang bulu, tidak tebang pilih, tidak tajam kebawah tapi tumpul ke atas.

Apakah khilafah harus menerapkan hukum potong tangan bagi pencuri ? eits tunggu dulu, pada masa pemerintahan kekhilafahan Utsmaniyyah, kekhalifahannya sendiri memberlakukan hukuman penjara bagi pelaku pencurian.

Lantas apakah bendera NKRI harus dirubah dengan lambang bendera khilafah ? eits tunggu dulu, bendera lambang Indonesia ternyata mengacu pada bendera Rasulullah SAW dan Bani Hashim dimana corak warna nya adalah merah dan putih.

Lalu apakah ideologi Pancasila harus dirubah ? eits tunggu dulu, bentuk lambang Pancasila mengadopsi dan mengambil dari lambang kekhalifahan kerajaan Samudera Pasai dan Samudera Pasai memiliki hubungan keluarga dengan kekhalifahan Utsmaniyyah. Karena itu tak heran Al Habib Lutfi bin Yahya berkata dengan lantang menyebutkan NKRI adalah harga mati !!! sebab beliau amat mengetahui sejarah perjuangan bangsa ini dan cita-cita founding father bangsa ini jauh sebelum rekan-rekan HTI berteriak slogan "khilafah solusi nya"

Jadi teman teman HTI mestinya menyadari bahwa khilafah di indonesia sebenarnya sudah tegak dan tugas kita sebagai anak bangsa adalah mewujudkan cita cita founding father bangsa ini yakni mewujudkan masyarakat yang merdeka , bersatu, berdaulat (cinta tanah air) , adil dan makmur ... Dan oleh sebab itulah kami terkhusus saya sendiri menolak rekan rekan HTI untuk mendirikan khilafah di wilayah yang khilafah tersebut sudah berdiri tegak dan itu disebutnya bughot atau memberontak.

Merdeka dari penjajahan sudah, bersatu dalam keanekaragaman sudah, berdaulat atau cinta tanah air sudah digalakkan kembali, tinggal kita wujudkan saja keadilan dan kemakmuran dengan memperbaiki kesenjangan ekonomi dan supremasi hukum.

Saranku kepada rekan rekan HTI pada saat sekolah dulu pada hari senin upacara bendera jangan madol alias bolos alias cabut sekolah akibatnya kalian tidak hafal dan tidak faham bunyi teks UUD 1945 alinea 2 yang dibacakan setiap hari senin pada waktu upacara bendera.

Baca: Pandangan Habib Umar bin Hafidz Tentang Khilafah

Dan mari kita bersama sama memperbaiki kesenjangan ekonomi dan kesenjangan supremasi hukum bila ini terwujud maka slogan "khilafah solusi nya" tidak akan laku sebab prinsip dasar tujuan didirikannya khilafah sendiri sudah tertuang dalam teks UUD 1945 pembukaan alinea 2. [dutaislam/ka]
Loading...