Setelah HTI Dibubarkan, Giliran Pengikutnya Ditindak Tegas
Cari Berita

Advertisement

Loading...

Setelah HTI Dibubarkan, Giliran Pengikutnya Ditindak Tegas

Duta Islam #03
Selasa, 17 September 2019
Loading...

Kiai Ali. Foto: Istimewa.
DutaIslam.Com - Setelah membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), pemerintah beranjak ke tahapan berikutnya dengan menggodok aturan larangan individu menyebarkan ideologi khilafah.

Langkah ini dinilai sangat tepat untuk menghilangkan ideologi khilafah yang tentu harus disertai tindakan tegas.

“Seperti kasus kebakaran sekarang ini, ketika sudah besar kewalahan. Ini bisa menjadi pelajaran bangsa kita untuk membasmi ideologi khilafah. Sebelum besar, pemicunya harus segera diamputasi. Harus ada tindakan tegas dari pemerintah, sehingga aparat Kepolisian punya payung hukum,” ujar Wakil Sekretaris Komisi Pengkajian dan Penelitian Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH. Dr. Ali M Abdillah, Selasa (17/08/2019).

Menurut Kiai Ali, panggilan karibnya, secara kelembagaan ormas HTI memang sudah dibubarkan. Tapi faktanya, para anggota HTI masih terus melakukan gerakan di bawah tanah untuk melakukan perekrutan anggota. Dia mencontohkan, pihaknya beberapa hari lalu mendapat laporan bahwa ada satu keluarga di Sulawesi yang didatangi orang yang secara keagamaan lebih mumpuni untuk mengajak khilafah. Itu dilakukan secara terus menerus, sehingga keluarga itu pun akhirnya terbawa ideologi tersebut.

Selain itu, lanjut Kiai Ali, HTI sempat membuat manuver saat memperingati tahun baru 1 Muharram 1441 Hijriah. Mereka hampir menggelar acara besar-besar meski akhirnya dilarang. Contoh lainnya, saat berada di Kendari, ia melihat majalah milik HTI “Kaffah” masih beredar di sebuah masjid.

“Itu menjadi bukti bahwa mereka masih terus bergerak. Jelas itu media HTI, tapi pemerimtah, kepolisian dan lainnya membiarkan. Jadi ini memang HTI ini satu sisi kepalanya dipenggal, tapi kakinya kesana kemari masih dibiarkan,” imbuhnya.

Untuk itulah, pimpinan Pondok Pesantren Al Rabbani Cikeas ini mendukung langkah Menkopolhukam Wiranto membuat peraturan terkait penyebaran ideologi khilafah yang dilakukan perorangan. Langkah ini dinilainya sangat tepat sebagai dasar untuk melakukan penindakan bagi siapapun yang menyebarkan ideologi khilafah di Indonesia.

“Adanya aturan itu sudah bagus tentang pelarangan penyebaran HTI, baik kelompok maupun individu. Jadi kalau ada yang melakukan itu, kepolisian harus menangkap. Memang untuk membasmi mereka harus galak karena kalau gak galak mereka akan terus bergerak,” tukas Kiai Ali.

Selama ini, lanjut Kiai Ali, pemerintah seperti menunggu ideologi khilafah ini meledak, baru bergerak membuat aturan. Harusnya dari dulu sudah ada tindakan preventif untuk mencegah menyebarnya ideologi tersebut. Pun setelah dibubarkan lembaganya, gerakan-gerakan perorang juga harus dihentikan. Pasalnya bila lembaganya dibubarkan, sementara perorangannya terus bergerak, maka itu sama saja bohong.

Kiai Ali menegaskan, satu-satunya ormas yang jelas-jelas menyatakan ‘perang’ dengan HTI adalah Nahdlatul Ulama (NU). Menurutnya, kaum nahdliyin memiliki militansi luar biasa dan pemahaman agama Islam yang utuh sehingga konsep khilafah yang mereka tawarkan, pasti mental. Mereka (HTI) mencari sasaran kalangan di luar NU yaitu kelompok menengah yang tidak paham agama. Kelompok inilah yang terus dimasukkan doktrin dan dalil-dalil agama tentang khilafah, yang sama sekali tidak sesuai dengan Indonesia dan Pancasila.

“Mereka terus bermain di wilayah itu. Seperti orang yang mempermasalahkan bendera hitam bertuliskan kalimat tauhid dituduh anti-Islam. Narasi itu terus dibangun untuk mencari simpati di kalangan awam,” tutur Kiai Ali.

Kiai Ali mengaku sangat miris dengan pergerakan penyebaran ideologi khilafah ini. Meski wadahnya sudah ditutup, tapi gerakan mereka sama sekali tidak berkurang. Pengajian terus bergerak, tiap jamaah wajib merekrut anggota baru.

“Ini yang dibiarkan pemerintah, kalau rekrutmen ini terus dilakuan, lambat laun kekuatan mereka akan muncul lagi, ketika punya kekuatan ya revolusi itu pasti akan dilakukan. Jadi intinya lebih cepat lebih baik untuk memberangus mereka dengan melakukan tindakan tegas terhadap siapa pun yang menyebarkan ideologi khilafah,” tandasnya. [dutaislam.com/pin]

Keterangan: Disadur dari Lensaindonesia.com dengan judul asli 'HTI Dibubarkan, Giliran Individu Penyebar Khilafah Harus Ditindak Tegas'

Loading...