Sambut Habib Umar ke PBNU, Begini Akhlak Kiai Said
Cari Berita

Advertisement

Sambut Habib Umar ke PBNU, Begini Akhlak Kiai Said

Duta Islam #03
Rabu, 25 September 2019

Kiai Said mencium tangan Habib Umar bin Hafidz. Foto: Istimewa.
DutaIslam.Com - Dalam lawatanya ke berbagai tempat, Pimpinan Darul Musthafa, Tarim, Yaman, Habib Umar Bin Hafiz menyempatkan diri bertandang ke Kantor Pengurus PBNU di Jakarta, Senin (23/09/2019).

Kedatangan Habib Umar ke Kantor PBNU disambut para jamaah dan sejumlah pengurus PBNU tak terkecuali Ketum PBNU Kiai Said Aqil Siradj. Saat Habib Umar tiba, Kiai Said Aqil langsung menyambut dengan mencium tangan Habib Umar. Setelah itu, keduanya bersama pengurus PBNU lain berbicara sekitar 15 menit.

Beberapa hal yang dibahas saat itu di antaranya tentang Ahlussunnah wal Jamaah, NU, dan Islam Wasathiyah. Kiai Said menilai NU dan Habib Umar punya pandangan yang sama tentang Islam.

Pada pertemuan itu Habib Umar menyampaikan terima kasih kepada NU karena telah menjadi benteng Aswaja di Indonesia. Atas peran NU, Aswaja hingga kini tetap eksis dan kuat di Indonesia.

“Kalau enggak ada NU, mungkin ahlussunnah wal jamaah di Indonesia sudah hilang,” kata Kiai Said, menirukan pernyataan Habib Umar sebagaimana dilansir dari NU Online, Selasa (24/09/2019).

Kiai Said mengatakan bahwa menurut Habib Umar santri asal Indonesia yang ada di Yaman sekitar 1000 orang. Santri-santri tersebut dipesankan Habib Umar aktif di NU saat kembali ke Indonesia.

“Beliau akan mengkader, akan menggembleng santri-santri asal Indonesia agar kalau pulang ke Indonesia harus aktif di NU,” jelasnya.

Kiai Said mengatakan kepada Habib Umar bahwa NU bukan hanya benteng Aswaja di Indonesia, melainkan di Nusantara. Indonesia diapit oleh dua negara non-muslim, tapi kuat, yakni Cina dan Australia. Jika Indonesia tidak memegang prinsip wasathiyah, maka sudah dipengaruhi oleh kedua negara tersebut.

“Kalau kita gak wasathiyah, kita udah diserang, tapi karena kita beprinsip wasathiyah, maka mereka menghormati kita,” kata Kiai Said kepada Habib Umar.

Kiai Said Aqil juga menilai bahwa Habib Umar sepaham dengan NU tentang Islam. “Beliau sangat-sangat NU karena (pengikut) Imam Asy’ari, Imam Syafi’i. Beliau bahkan sangat mendoakan NU, bahkan membaca kitab-kitab karya Mbah Hasyim Asy’ari di sana, diajar ke murid-muridnya,” ujar Kiai Said. [dutaislam.com/pin]

Keterangan: Disadur dan diedit dari  Okezone.com dari NU Online

close
Banner iklan disini