Peringatan Hari Santri 2019 Diluncurkan, Ada Muktamar Pemikiran Santri dan Muktamar Sastra Pesantren
Cari Berita

Advertisement

Loading...

Peringatan Hari Santri 2019 Diluncurkan, Ada Muktamar Pemikiran Santri dan Muktamar Sastra Pesantren

Duta Islam #03
Jumat, 20 September 2019
Loading...

Menteri Agama Hadiri Hari Santri 2019. Foro: Merdeka.com.
DutaIslam.Com - Peringatan Hari Santri 2019 diluncurkan dengan tema "Santri Indonesia untuk Perdamaian Dunia" di Gedung Kementrian Agama, Jalan Tamrin, Jakarta Pusat, Kamis (19/09/2019). Peluncuran Peringatan Hari Santri 2019 yang diinisiasi Kementerian Agama (Kemenag) bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI.

"Malam ini kita luncurkan serangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Santri. Ini tahun keempat sejak pertama kalinya Presiden Joko Widodo menetapkan pada 2015 lalu," kata Menteri Lukman Hakim Saifudin dalam sambutannya.

Menurut Menteri Lukman, peringatan Hari Santri 2019 menjadi kebahagiaan sendiri karena pihaknya meluncurkan sejumlah program khusus memeriahkan Hari Santri.

"Berbagai kegiatan, mulai besok (hari ini, Red) kita akan bertemu dengan para netizen, para pengerak sosial media, dan beberapa waktu kemudian beberapa macam kegiatan menyertai. Dan kita akan mengadakan Muktamar Pemikiran Santri yang sekaligus juga dikaitkan dengan Muktamar Sastra. Kita tahu dunia santri, pesantren, ini tidak bisa dilepaskan dari kesusastraan dan tentu berbagai macam aktivitas yang lain," paparnya.

Selanjutnya, Menteri Lukman menjelaksan mengapa Hari Santri perlu ditetapkan dan perlu dirayakan setiap tahun.

"Tentu banyak maksud, banyak tujuan. Tapi setidaknya saya ingin menyegarkan kembali bahwa peringatan Hari Santri hakikatnya adalah sebuah bentuk pengakuan, rekognisi, yang diberikan oleh negara terhadap dunia pesantren," jelasnya.

Menteri Lukman mengatakan, sumbangsih kalangan santri telah berlangsung lama. Sebagai sebuah lembaga pendidikan keagamaan dan keislaman, pesantren telah ada ratusan tahun sebelum Indonesia sendiri resmi menjadi negara merdeka.

"Penetapan hari santri adalah salah satu wujud bahwa negara memberikan pengakuan atas sumbangsih dan kontribusinya," tegasnya.

Selain sebagai rekognisi, penetapan Hari Santri juga sebagai afirmasi terhadap pesantren. Negara pun merasa tidak cukup dengan hanya menetapkan Hari Santri. Karena itu pula, menurut Menteri Lukman, pemerintah membuat dan telah berhasil menyelesaikan Rencana Undang-Undang (RUU) Pesantren.

"Beberapa jam yang lalu, tepatnya pukul 18.30, kami barus saja, pemerintah bersama komisi VIII DPR RI menuntaskan pembahasan tingkat pertama, dan alhamdulillah, mencapai persetujuan terkait dengan RUU tentang pesantren. Selanjutnya, setelah tahap pertama selesai maka pembicaraan kedua, dibawa ke Paripurna untuk kemudian disahkan oleh seluruh anggota DPR sehingga kemudian RUU pesantren itu resmi menjadi undang-undang," jelasnya.

"Sekali lagi ini sebagai sebagai bentuk rekognisi dan afirmasi kebijakan-kebijakan yang berpihak kepada pesantren," imbuhnya.

Dengan begitu, Menteri Lukman berharap, pesantren mampu berkembang dengan baik sekarang dan masa yang akan datang sehingga mampu merespon tantangan zaman. [dutaislam.com/pin]

Loading...