Penangkapan Dosen IPB dan Desakan Buat Rektor Sapu Bersih Cecunguk Radikal dari Kampus
Cari Berita

Advertisement

Loading...

Penangkapan Dosen IPB dan Desakan Buat Rektor Sapu Bersih Cecunguk Radikal dari Kampus

Duta Islam #03
Senin, 30 September 2019
Loading...

Dosen IPB Abdul Basith (kiri) ditangkap polisi karena terendus ingin membuat kerusuhan saat aksi Mujahid 212 di Jakarta, Sabtu (28/09/2019).
Oleh Eko Kuntadhi

DutaIslam.Com - Ramai berita penangkapan seorang Dosen IPB Abdul Basith yang ditenggarai membuat bom molotov untuk mebakar ruko-ruko di sekitar Jakarta Barat. Tujuannya agar terjadi p-enjarahan masal dan kerusuhan.

Basith adalah dosen mata kuliah manajemen di kampus yang dikenal banyak menyimpan bibit-bibit radikal ini. Kabarnya, istri Basith adalah pejabat eleson I di Kemdikti. Kita gak tahu nasib pendidikan negeri ini jika isinya orang-orang seperti ini.

IPB memang ditenggarai salah satu kampus tempat gerombolan semacam Basith ini bercokol. Karena itu, desakan pada rektor IPB untuk membersihkan kampusnya dari anasir radikal harus menguat.

Jangan sampai Institut Pertanian Bogor sebagai aset bangsa berubah jadi Institut Perakit Bom. Ini sangat mengkhawatirkan.

Menurut informasi, Basith ditangkap di rumah Sony Santoso, di Cipondoh Tanggerang. Mereka dan beberapa orang lainnya merencakan kekacauan di Jakarta. Harapannya agar kekacauan itu merembet ke daerah lainnya. Polanya meniru kerusuhan 1998 lalu.

Sony sendiri adalah seorang pensiunan militer yang juga tercatat sebagai Caleg Partai Berkarya besutan Cendana.

Mulanya Sony merektur Okto Siswantoro atau Toto untuk ditugaskan menjadi eksekutor yang akan melemparkan bom-bom molotov ke ruko-ruko di seputaran Jakarta Barat. Sony juga sempat memberikan Toto granat tangan untuk aksinya tersebut.

Toto kemudian merekrut eksekutor lain seperti Ali Nurdin dan Yudhi Fevrian. Keduanya dikenal sebagai relawan Prabowo-Sandi dalam Pilpres kemarin. Ada lagi Sugiono, seorang pengusaha yang menyiapkan bom molotov dan membantu merancang aksi.

Kita bayangkan jika aksi mereka berhasil terlaksana. Jakarta akan terbakar. Harta benda akan terjarah. Jerit tangis bercampur asap hitam menghiasi kota ini.

Kalau kita telusuri latar belakang pelakunya, mudah ditarik semacam garis singgung. Ini adalah kerja bersama antara orang yang sakit hati kalah Pilpres, Celeg dari Partai keluarga Cendana dan gerombolan pengasong agama. Ketiganya bersatu merencanakan untuk menghangusnya Jakarta.

Tidak ada kata lain bagi mereka, selain, biadab!

Negeri ini memang harus dibersihkan dari tangan mereka.

Untung aparat cepat bekerja. Kadal-kadal itu sekarang digelandang ke kantor polisi.

Alhamdulillah. Indonesia masih dilindungi Allah dari perusak yang menunggangi agama.

"Mas, ada juga yang bilang IPB itu artinya Institut Pelatihan Bekam," ujar Abu Kumkum. [dutaislam.com/pin]

Eko Kuntadhi, pegiat media sosial. Esai ini disadur dan diedit dari akun Facebook Eko Kuntadhi.

Loading...