Nasrudin Joha dan Pembodohan Umat Islam (Tanggapan Tulisan: Yaqult Antek Kafir?)
Cari Berita

Advertisement

Loading...

Nasrudin Joha dan Pembodohan Umat Islam (Tanggapan Tulisan: Yaqult Antek Kafir?)

Duta Islam #02
Senin, 30 September 2019
Loading...

Ilustrasi: Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas ikut jajaran pimpinan bersalaman dengan Paus Fransiskus. (Foto: istimewa)
Oleh Afif Fuad Saidi

DutaIslam.Com - Lucu sebenarnya, membaca tulisan anonim di Facebook, oleh Nasrudin Joha, anonim yang sebenarnya tulisannya sangat bertolak belakang dengan nama Nasrudin Joha sendiri, seorang filsuf yang bijak yang penuh humor. Ia dilahirkan dan meninggal di kota Akshehir, dekat kota Konya, Ibukota Pemerintahan Islam Bani Saljuk, sekarang di Turki pada abad ke-13, namun Nasrudin yang sering sebar hoax ini kebalikannya, anonim dipilihnya hanya untuk menutup kebodohannya saja saya kira.

Tulisannya Ngawur, dangkal dan bahkan untuk beberapa kali, tidak ada relevansi hukumnya, hanya opini dangkal yang untuk barisannya ini adalah modal yang cukup untuk sekedar framing picik yang murahan, saya hanya tertawa jika membacanya, namun kali ini tidak, karena sudah menyangkut marwah organisasi saya, dan ketua umum yang sangat saya hormati. Ya, GP Ansor dan Gus Yaqut Cholil Qoumas ketua umum kami.

Kali ini dia menulis tentang GP Ansor yang beberapa hari yang lalu ke Vatikan, menemui Paus Fransiskus, dan framingnya sangat dangkal, dan murahan tentu saja, dia hanya memotret soal “Cium tangan” pada Sri Paus, haha, padahal yang cium tangan pada Pope adalah Kabiro umum wantimpres yang ikut serta dalam rombongan, namanya Albertus Magnus Adiyarto Sumardjono yang beragama Katolik, Lah terus masalahnya dimana? Umat Katolik bertemu Paus dan menngecup tangannya ini masalahnya dimana? Aneh-aneh saja, dan kemudian difitnah, Ansor Kok ya ke Paus cium tangan segala, haha …

GP Ansor, Gus Yahya, ke Vatikan bukan hanya datang dan kemudian dadah-dadah ke Paus dan berfoto bersama, kami berdialog dengan Pontifical Council for Interfaith Dialogue di Vatikan, Presiden Pontifical Institute of Arab and Islamic Studies, dan tokoh Islam di Masjid Raya Roma untuk saling berbagi pandangan mengenai upaya membangun dan melestarikan keharmonisan hubungan antaragama, kami juga menyampaikan dokumen GP Ansor Declaration on Humanitarian Islam, dan juga kami mendukung Human Fraternity for World Peace and Living Together yang didengungkan Paus Fransiskus dengan Grand Syekh Al-Azhar. Soal humanitarian Islam dan lain-lainnya ini yang Ndak sampe otaknya Si Nasrodin itu, taunya Wahabinya terancam saja dengan adanya GP Ansor ketika berbicara soal Islam dan perdamaian, kenapa mereka seperti cacing kepanasan? Lanjut ya, biar pinter dikit, kalo baca tulisan Nasrudin saja nanti ikut-ikutan bodoh.

Humanitarian Islam yang GP Ansor gaungkan ke dunia adalah tentang membangun konsensus global demi mencegah agama, khususnya Islam, sebagai senjata politik. Agama, seharusnya menjadi solusi perdamaian dan bukan sumber konflik. Lah kenapa Nasrudin kepanasan? Karena kelompok merekalah yang saat ini, dalam bahasa sederhananya “Menggunakan agama untuk kepentingan nafsu politiknya misalkan, selalu menjadikan Tuhan sebagai dalil penguat akal bulusnya”, ini yang kemudian menjadikan agama sebagai sumber konflik, Nah GP Ansor menggaungakn Humanitarian Islam, Islam yang menjadi sumber perdamaian bukan konflik, maka kepanasanlah mereka.

Belum lagi begini, Humanitarian Islam yang kami gaungkan juga dimaksudkan untuk memupus maraknya kebencian komunal melalui perjuangan untuk mewujudkan tata dunia yang ditegakkan di atas dasar perhormatan terhadap kesetaraan hak dan martabat bagi setiap manusia, Nah mereka tentu sangat kepanasan, soalnya mereka yang selama ini selalu memperuncing perbedaan Iman, egois beragama, eklusif dan lain sebagainya, kamu Kafir, dan kamu musuh saya, ini pemahaman mereka.

Sebenarnya, NU, GP Ansor, bukan lagi pada level menjawab tuduhan bodoh Nasrudin ini, GP Ansor sudah pada level bagaimana Agama adalah solusi bagi perdamaian dunia, bukan seperti mereka yang masih menebar Hoax dan framing murahan untuk sekedar membodohi Umat Islam agar kemudian terperangkap dan kemudian dijadikan martir yang mereka sebut “Mujahid, tentara Allah”, kasihan …

Tulisan ini dibuat, geli saja membaca Nasrudin ini, dan juga satu lagi, kebodohan menular, maka kami kabarkan hal yang sebenarnya, agar tak ikut-ikutan bodoh, karena tugas Nasrodin ini memang untuk membodohi umat Islam, itu saja, jika Nasrodin Joha yang menulis tentang YAQULT ANTEK KAFIR ? ini membaca tulisan ini, malu ya Ndak apa-apa, dapet uang Kan dari pekerjaan hina ini? Haha. [dutaislam.com/gg]

Loading...