Nasehat Kiai Jamal untuk Ustadz dan Ustadzah TPQ
Cari Berita

Advertisement

Nasehat Kiai Jamal untuk Ustadz dan Ustadzah TPQ

Duta Islam #02
Kamis, 19 September 2019

KH M Djamaluddin Ahmad. (Foto: istimewa)
Oleh Syaifullah Ibnu Nawawi

DutaIslam.Com - “Sekarang kegiatan sampean apa?” Tanya KH M Djamaluddin Ahmad kepada alumni Pesantren Tambakberas saat sowan.

“Bisnis kiai, buka konter hape,” ungkap sang santri dengan menunduk.

“Rumiyin kulo mulang TPQ, tapi naliko sampun buka konter, kulo prei mboten mulang dateng TPQ maleh,” lanjutnya.

Kiai Jamal, sapaan keseharian beliau, diam sejenak. Dengan agak berat, pengampu pengajian Kitab Hikam ini mengingatkan bahwa mengajar di TPQ adalah khidmat terbaik dalam hidup.

“Kamu mengajarkan anak TPQ bacaan basmalah dan alfatihah, maka pahala yang akan kamu terima akan terus mengalir,” katanya. Ketika santri TPQ yang kamu didik membaca basmalah saat hendak makan, belajar dan kegiatan apapun, maka kamu juga akan memperoleh pahalanya, lanjutnya.

Belum lagi saat santri TPQ itu bisa membaca al-fatihah dari shalat yang dikerjakan. “Berapa pahala yang kamu terima dari mengajarkan surat al-fatihah tersebut?” kata salah seorang Majelis Pengasuh PP Bahrul ‘Ulum Tambakberas Jombang ini.

“Hidup itu jangan hanya memburu gengsi, apalagi kalian adalah santri Tambakberas” katanya.

Menjadi ustadz dan ustadzah TPQ mungkin dianggap sebagai “profesi” yang tidak menjanjikan. Bahkan kalah mentereng dengan guru, apalagi dosen.

“Nopo sing diulang teng kampus niku? Kan cuman teori?,” katanya mengingatkan. “Belum tentu apa yang disampaikan para dosen, juga mereka lakukan dalam keseharian,” tandasnya.

Saya yang kebagian kesempatan terakhir untuk menyampaikan hajat, hanya bisa diam, sedih dan bahagia dengan wejangan tersebut.

Dan mohon maaf, apa yang disampaikan beliau, khusus untuk santri yang sedang sowan. Tidak dalam kapasitas menyinggung kawan dan sahabat yang saat ini menjadi guru atau dosen. Pangapunten. [dutaislam.com/gg]

Source: FB Syaifullah Ibnu Nawawi

close
Banner iklan disini