Merasa Ditipu Provokator, Ratusan Pendemo di Papua Menyesal, Balik ke Pegunungan
Cari Berita

Advertisement

Loading...

Merasa Ditipu Provokator, Ratusan Pendemo di Papua Menyesal, Balik ke Pegunungan

Duta Islam #03
Senin, 02 September 2019
Loading...

Kadisdik Provinsi Papua, Bapak Desman Kogaya, berbincang dengan warga. Foto: Detik.com.
DutaIslam.Com - Kapendam XVII/Cenderawasih Letnan Kolonel CPL Eko Daryanto menyatakan ada sekitar 298 orang pendemo di Papua yang menyesal dan tidak mau lagi ikut aksi dalam bentuk apa pun. Mereka merasa tertipu oleh oknum yang memanfaatkan isu rasisme hingga membuat kericuhan beberapa waktu lalu.

"Sebanyak lebih kurang 300 orang pelaku aksi demo beberapa hari lalu yang berasal dari masyarakat pegunungan, Wamena, merasa telah ditipu oleh koordinator aksi massa," ujar Eko, Ahad (01/09/2019), dikutip dari Republika.co.id.

Eko mengatakan, kelompok masyarakat Papua yang sempat bersembunyi di kompleks kelurahan Numbay, Jayapura Selatan, Papua, tersebut secara sadar juga berkomitmen tidak akan lagi ikut dalam aksi demo dalam bentuk apapun. Mereka menyesal.

"Menyampaikan penyesalan dan merasa ketakutan untuk kembali ke tempat tinggal mereka masing-masing di wilayah Abepura dan Waena. Kelompok massa pendemo ini merasa telah ditipu oleh oknum yang tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan isu rasisme," jelas Eko.

Mereka tidak berani kembali ke daerah Abepura dan Waena dengan alasan takut mendapat aksi balasan dari masyarakat yang telah menjadi korban aksi penjarahan, pembakaran, pelemparan, maupun pengrusakan.

Pada Ahad siang, perwakilan kelompok tersebut menemui Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Desman Kogaya, untuk memohon bantuan. Mereka meminta bantuan agar diberikan jaminan keamanan dan angkutan dalam proses mereka kembali ke daerah Abepura dan Waena.

Desman Kogoya menghubungi Kodam XVII/Cenderawasih dan perwakilan Komnas HAM wilayah Papua sebagai mediator. Lalu, Asintel Kasdam Kolonel Inf JO Sembiring sebagai perwakilan dari Kodam XVII/Cenderawasih dan Ketua Komnas HAM Perwakilan Papua Frits Ramanday melakukan mediasi dan negosiasi.

Mediasi dilakukan untuk memberikan solusi terbaik guna proses evakuasi terhadap para pendemo tersebut. Setelah dilakukan mediasi, sebanyak 298 orang berhasil dievakuasi.

"Dalam rangka evakuasi pemulangan dan pengamanan agar terhindar bentrok susulan antarkelompok massa, khususnya di wilayah Jayapura," kata dia.

Sementara itu, terdapat satu orang diduga sebagai pelaku penjarahan. Dia diamankan oleh pihak Polres Jayapura karena pada saat pemeriksaan ditemukan kunci SPM baru dikantong.

"Proses evakuasi pemulangan berjalan aman dan lancar dengan pengawalan ketat dari Kodam XVII/Cen dan Polda Papua," pungkas Eko. [dutaislam.com/pin]

Keterangan: Disadur dan diedit dari  Republik.co.id dan Medcom.id

close
Banner iklan disini