Kisah Sahabat Ali bin Abi Thalib Makan-Makan di Gereja
Cari Berita

Advertisement

Loading...

Kisah Sahabat Ali bin Abi Thalib Makan-Makan di Gereja

Duta Islam #04
Minggu, 29 September 2019
Loading...

KH. Yusuf Khudori sedang memberikan tausyiah di hadapan ribuan pengunjung (sumber: khasmedia)
DutaIslam.Com - Pengasuh Pondok Pesantren (PP) Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo, KH. Yusuf Khudori menceritakan tentang kisah sahabat Ali bin Abi Thalib yang makan-makan di gereja.

Kisah itu bermula ketika sahabat Umar bin Khattab menjadi khalifah menggantikan Abu Bakar Shidiq, beliau memperluas penyebaran Islam ke wilayah Syam. Pada waktu itu, mayoritas penduduknya beragama Nasrani.

Sahabat Umar mempimpin langsung Fathu Syam. Setibanya di sana, beliau dijamu oleh pemuka agama Nasrani dengan ramah. Para pemuka agama Nasrani berkeinginan menjamu sahabat Umat untuk makan-makan di gereja.

Mendengar permintaan pemuka Nasrani, kata Gus Yusuf, sahabat Umar sempat kebingungan untuk memutuskan antara menolak atau mengiyakan ajakan mereka. Sahabat Umat mempertimbangkan gereja adalah simbol ibadah, akan tetapi di sisi lain, ajakan tersebut merupakan bentuk penghormatan mereka.

"Sahabat Umar sempat dilema untuk membuat keputusan," terangnya saat menyampaikan tausyiah di acara Haul dan Khotmil Quran ke-30 PP. KHAS Kempek, Cirebon, Sabtu (28/09) kemarin.

Setelah mempertimbangkannya, lanjut Gus Yusuf, sahabat Umar mengutus Ali bin Abi Thalib untuk memenuhi jamuan pemuka Nasrani di gereja. Sahabat Ali bin Abi Thalib akhirnya makan-makan bersama dengan pemuka Nasrani di gereja.

Kisah ini menunjukkan persoalan umat Islam masuk gereja bukanlah hal yang asing. Sahabat nabi terdahulu sudah mempraktekkannya. Dan tidaklah berakibat murtad sebagaimana dikatakan sebagian orang.

"Kalau ada yang menghukumi orang masuk gereja murtad, apakah dia berani menghukumi sahabat Ali murtad?," tantang Gus Yusuf. [dutaislam.com/in]
Loading...