Kisah Mbah Moen Menebak Marga Habaib yang Bertamu
Cari Berita

Advertisement

Loading...

Kisah Mbah Moen Menebak Marga Habaib yang Bertamu

Duta Islam #02
Minggu, 15 September 2019
Loading...

Habib Luthfi, Mbah Moen dan Gus Mus. (Foto: IG @s.kakung)
Oleh ‘Atiq Nurur Robbani

DutaIslam.Com - Ada dua keturunan Rasulullah Saw. yang berinisial (UM) dan (AL). Maaf, kami tidak sebutkan nama mulia keduanya. Yang jelas UM bermarga As-Saqof atau Assegaf dan AL bermarga BSA atau Bin Syaikh Abu Bakar.

Keduanya menceritakan kepada saya perihal karomah mbah Moen. Dan kedua-duanya menceritakan kepada saya di tempat yang berbeda. Artinya, Habib (UM) bercerita kepada saya di sebuah tempat dan habib (AL) juga menceritakan hal yang sama kepada saya di tempat yang berbeda. Jadi saya memastikan bahwa cerita ini adalah benar.

Alkisah, dengan naik sepeda motor kedua keturunan Rasulullah Saw. ini sowan kepada Mbah Moen. Seperti biasa di dalem Mbah Moen banyak tamu yang sowan setiap harinya. Begitu pula saat kedua habib ini tiba di dalem Mbah Moen. Saat itu di ruang tamu simbah sudah penuh tamu.

Lalu saat kedua habib ini mengucapkan salam di pintu dalem yang sudah penuh tamu itu, tiba-tiba mbah Moen langsung menyuruh kedua habib atau keturunan Rasulullah Saw ini untuk mendekat. Habib UM dan habib (AL) pun langsung merangsek ke depan.

Dan sesampainya kedua habib ini di depan Mbah Moen, simbah langsung dawuh, “Antum As-Saqof” (Kamu bermarga As-Segaf).

Demikian simbah dawuh kepda habib (UM) yang memang benar dia adalah bermarga As-Segaf.

Dan mbah Moen berkata kepada habib (AL), “Antum BSA” (Kamu bermarga Bin Syaikh Abu Bakar). Demikian tebak simbah kepada habib (AL).

“Saya kaget gus, lah wong saya baru datang, saya juga baru ketemu sama Mbah Moen, saya juga belum cerita apa-apa tentang diri saya kepada Mbah Moen, kok mbah tahu gus dengan marga saya.” Demikian cerita kedua habib itu kepada saya.

Habib itupun melanjutkan ceritanya,

“Lalu saya bertanya kepada Mbah Moen, “Mbah…Mbah kok tahu kalau marga kami ini As-Segaf dan BSA?”

Kemudian mbah Moen menjawab, “Didelok motone ae wis ketok”. (Dilihat matanya saja sudah nampak) Kata Mbah Moen kepada kami.

Kami pun terbengong-bengong menyaksikan ilmu kasyafnya Mbah Moen.

Lalu kami disuruh masuk ke ruang dalam dan kami disuruh makan, setelah kami selesai makan Mbah Moen memberi kami dua amplop yang diletakkan di atas meja makan sambil dawuh begini,

“Yik, ini ada dua amplop yang satu untuk bekal habib dan yang satunya untuk kebutuhan habib.”

Lalu kami membuka kedua amplop tersebut, yang satu yaitu yang untuk bekal kami itu berisi 500.000,- (Lima Ratus Ribu Rupiah) dan yang satunya yaitu yang untuk kebutuhan kami itu berisi 900.000,- (Sembilan Ratus Ribu Rupiah).

Kami semakin terkejut. Bagaimana tidak, Mbah Moen tahu kebutuhan kami .
Jadi ceritanya kami ini sudah menyewa motor selama dua bulan. Perhari harga sewa motornya adalah 15.000,- (Lima Belas Ribu Rupiah). 15.000,-X60 Hari = 900.000,-

Subhanalloh, kok bisanya ya Simbah Kyai Maimoen tahu kebutuhan kami. Padahal kami gak cerita apa-apa. Demikian cerita kedua habib tersebut kepada saya. [dutaislam.com/gg]

‘Atiq Nurur Robbani, Purwokerto Banyumas, 14 Dzulhijjah 1440 H/15 Agustus 2019 M.

Loading...