Ketik "Pelajaran Hidup Spongebob" di Google, Ribuan Artikel Bisa Disodorkan ke KPI
Cari Berita

Advertisement

Loading...

Ketik "Pelajaran Hidup Spongebob" di Google, Ribuan Artikel Bisa Disodorkan ke KPI

Duta Islam #03
Senin, 16 September 2019
Loading...

Spongebob. Foto: Istimewa.
DutaIslam.Com - Sikap Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) memberi sanksi atas penayangan "Big Movie Family: The Spongebob Squarepants Movie" di GTV lantaran dinilai mengandung adegan kekerasan adalah sikap grusa-grusu. Satu sikap yang keluar dari pemikiran parsial, tidak utuh dalam memandang persoalan.

Memang diakui bahwa dalam adegan Film Kartun Spongebob ada tindakan-tindakan yang bernuansa kekerasan. Namun bukan berarti hanya karena adegan kecil itu lantas dijadikan dasar dalam bersikap. KPI harus melihat secara utuh dan proporsional.

KPI harus melihat bagaimana nilai-nilai positif dalam Film Kartun Spongebob. Dari sana baru bisa menarik kesimpulan bahwa Film kartun Spongebob berbahaya bagi anak.

Padahal dalam Film Kartun Spongebob banyak nilai-nilai dan pelajaran hidup. Tak sedikit dari dialog antar pemeran yang memiliki nilai-nilai filosofis. Banyak orang yang telah menulis ulang pelajaran-pelajaran hidup dari film kartun ini.

Penelusuran Redaksi Dutaislam.com melalui mesin pencari Google dengan kata kunci 'Pelajaran Hidup dalam Spongebob' menemukan setidaknya 141.000 artikel dalam waktu 0.36 detik.

Beberapa judul artikel yang muncul  di antaranya 1) '7 Pelajaran Hidup yang Bisa Diambil dari Karakter Kartun Spongebob', 2) 9 Pelajaran Berharga yang Bisa Dipetik dari Spongebob, 3) '5 Pelajaran Kehidupan dari Kisah SpongeBob Squarepants', 4) 'Belajar Dari Spongebob Squarepantas, Kotak Kuning dari Bikini Bottom', 5) 9 Nilai Kehidupan dan Pelajaran Cara Berbisnis dari Spongebob, 6) Pelajaran Hidup Yang Bisa Kita Dapatkan Dari Film Kartun Spongebob, 7) Pelajaran Dari Kartun Spongebob, dan masih banyak yang dapat anda cari sendiri.


Tampaknya inilah yang tidak diketahui oleh KPI. KPI tidak bisa melihat nilai-nilai postif yang justru lebih banyak. KPI hanya melihat satu persoalan kemudian menganggap buruk secara keseluruhan.

Di sisi lain, KPI terlihat tidak begitu memahami arti kekerasan. Ini dapat kita lihat dari pembiaran terhadap film-film di Indonesia yang banyak merusak pikiran generasi muda. Bagi KPI, barangkali sinetron yang memperlihatkan adegan ciuman atau pelukan antara lawan jenis adalah wajar. Makanya film-film yang demikian terus menjadi tontonan masyarakat tanah air dan tidak ditegur oleh KPI. [dutaislam.com/pin]


Loading...