Ini Komentar Kiai Azaim Situbondo Soal Polemik Film The Santri
Cari Berita

Advertisement

Loading...

Ini Komentar Kiai Azaim Situbondo Soal Polemik Film The Santri

Duta Islam #02
Rabu, 18 September 2019
Loading...

KH Ahmad Azaim Ibrahimy. (Foto: mahadaly-situbondo.ac.id)
DutaIslam.Com - Pengasuh Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Kiai Ahmad Azaim Ibrahimy, ikut memberi tanggapan terkait polemik film The Santri yang trailernya baru-baru ini diluncurkan.

“Pertama, bahwa kita tak bisa mengomentari terlalu jauh soal polemik dalam film tersebut, karena yang muncul di media hanya trailernya saja. Belum film secara utuh,” kata Kiai Azaim, dilansir dari mahadaly-situbondo.ac.id, Selasa (17/09/2019).

Kiai Azaim juga menyinggung terkait beberapa adegan yang tayangkan dalam trailer film tersebut.

“Silahkan masuk dalam perdebatan dan diskusi, tapi tetap menggunakan akhlak dan budi pekerti. Ilmu dilawan dengan ilmu, analisis dilawan dengan analisis. Kalau mau mengkritik harus punya hujjah, argumen”, lanjutnya.

Menurut Kiai Azaim, duduk perkara dalam polemik ini adalah soal logika. Dari judul, film ini menggunakan “The Santri” yang masuk kategori lafadz universal/kulli, dimana mencakup seluruh santri.

Sementara ada beberapa adegan yang dianggap kurang sesuai dengan tradisi pesantren misalnya, pacaran, adegan santri putra-putri naik delman bersama dan lain-lain. Kiai Zaim menilai, orang-orang menduga bahwa hal tersebut adalah tradisi santri karena dipengaruhi keumuman judul. Bahwa campur baur antara santri putra-putri adalah hal yang lumrah. Lebih-lebih, yang menjadi promotor dan inisiator adalah Nahdlatul Ulama.

Kiai Azaim kemudian menyatakan bahwa istilah santri adalah istilah yang sakral dan menjadi milik banyak orang Islam di Indonesia.

Kiai Azaim menyarankan kepada seluruh pihak agar bisa menahan diri dan saling menjaga perasaan, terlebih di zaman fitnah seperti hari ini. Dari perdebatan-perdebatan yang terjadi apa sudah memberi sumbangsih atau hanya adu urat saraf yang rentan menjadi awal dari sebuah permusuhan.

“Mari tolong saling menjaga perasaan, termasuk menjaga perasaan orang banyak supaya tidak terganggu dengan apa yang kita lakukan. Jangan sampai hal-hal remeh seperti ini menghabiskan tenaga, gara-gara film ini sesama santri saling debat kusir dan marah-marah penuh kecurigaan, eman!. Padahal masih banyak persoalan dan perjuangan yang lebih besar yang membutuhkan perhatian kita," ujarnya. [dutaislam.com/gg]

Loading...