Gurita HTI di Unhalu: Mereka Memangkas Beasiswa Bidikmisi Danai Kegiatan HTI
Cari Berita

Advertisement

Loading...

Gurita HTI di Unhalu: Mereka Memangkas Beasiswa Bidikmisi Danai Kegiatan HTI

Duta Islam #02
Jumat, 06 September 2019
Loading...

Trending topic Twitter, Kamis (05/09/2019). (Foto: @mabrurlbanuna)
DutaIslam.Com - M Mabrur I Buana angkat suara terkait kasus drop out (DO) Hikma Sanggala (HS) dari IAIN Kendari. Ia menceritakan kenapa hal tersebut menjadi trending topic.

"Melihat trending topik hari ini, sy mau berbagi kenapa isu pemecatan Hikma Sanggala di Kendari jadi rame dan digaungkan secara nasional," ujarnya, Kamis (05/09/2019) melaui akun Twitter @mabrurlbanuna.

Baca: Aktivis Khilafah IAIN Kendari Di-Drop Out dari Kampus

Menurutnya, kelompok yang bisa menguasai semua lapak trending topik di indonesia itu hanya 1, HTI.

"Apa hubungaan HS dan HTI? dan kenapa HTI bekembang subur di Kendari/Sultra? Kenapa kasus ini gaungkan secara nasional?," tulisnya melanjutkan.

Mabrur mengatakan, Hikma Sanggala adalah mahasiswa IAIN yang juga ketua Gema Pembebasan komisariat IAIN-underbow HTI di kampus. HS juga operator lapangan HTI di IAIN kendari yang bertugas untuk merekrut kader/mahasiswa baru.

"Memang, pergerakan HTI di IAIN Kendari dan di kampus2 lainnya di sultra sudah mulai dapat PERLAWANAN. tdk seperti periode2 sblmnya. pimpinan kampus periode lalu banyak dijabat orang2 HTI," ungkapnya.

Dia menjelaskan, Rektor yang terpilih di kampus IAIN dan Unhalu periode sekarang faham betul bahaya dan agenda HTI.

"Sy pernah diskusi dgn beliau2. sehingga, pergerakan HTI di ke 2 kampus trsbut akan semakin sulit. di kendari, HTI sdh terlanjur besar dan punya banyak kader," aku Mabrur.

Mabrur kemudian menceritakan bagaimana HTI di sana bisa mengideologisasi banyak mahasiswa di kampus khususnya di Universitas Halueleo (Unhalu) kendari.

Kata dia, bermula dari Prof R di Unhalu yang merupakan aktivis HTI dan menjabat sebagai salah satu wakil rektor.

"Melalui Prof R inilah salah satu posisi starategis di kampus di pegang oleh pentolan HTI. posisi starategis tersebut adalah KETUA pengelola BIDIKMISI," tandas Mabrur.

"Prof R menunjuk saudara F; Dosen fakultas Ekonomi sekaligus ketua wil. HTI Sultra saat itu, MENJABAT ketua Bidikmisi Unhalu. F ini menjabat ketua Bidikmisi selama 8 tahun. BAYANGKAN, 8 TAHUN BROOOO!!!," imbuhnya menegaskan.

Di program bidikmisi inilah, lanjut Mabrur, HTI leluasa mendoktrin MABA untuk berideologi KHILAFAH.

"Setiap tahunnya, Unhalu mendapat jatah kurang lebih 800 beasiswa bidikmisi, dan semua mahasiswa tersebut WAJIB hukumnya untuk masuk HTI," ungkap Mabrur.

Mabrur mengatakan ada dua cara yang digunakan. Pertama, setiap hari pengelola Bidikmisi mengadakan liqo/majlis untuk mendoktrin tentang Khilafah.

"Ini dilakukan selama 1 tahun selama maba tinggal di asrama," tandasnya.

Dan kedua, kata dia, pendanaan HTI di Sultra bahkan nasional juga berasal dari beasiswa bidikmisi ini.

"Dana beasiswa bidikmisi masuk ke rekening masing2 mahasiswa. tapi ATM mahasiswa dipegang oleh pengelola. dana bidikmisi ini lalu dipotong dgn dalih keperluan loundry, makan dll. nah dana potongan inilah yg jg dipake untuk danai kegiatan2 HTI," pungkas Mabrur menjelaskan. [dutaislam.com/gg]

close
Banner iklan disini