GP Ansor Kantongi 7 Juta Kader Baru di Seluruh Indonesia dan Cabang Luar Negeri
Cari Berita

Advertisement

GP Ansor Kantongi 7 Juta Kader Baru di Seluruh Indonesia dan Cabang Luar Negeri

Duta Islam #03
Jumat, 13 September 2019

Ansor dan Banser NU. Foto: Istimewa.
DutaIslam.Com - Ketua Pusat GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut menyatakan, GP Ansor terus konsisten dengan apa yang dilakukannya terutama terkait kaderisasi.

"Kami terus menerus melakukan kaderisasi," ujar Gus Yaqut, dilansir dari hasil wawancara ekslusif Tribun Jateng, tayang Jumat (13/09/2019).

Berdasarkan database GP Ansor, lanjut Gus Yaqut, kader baru Ansor saat ini sekitar 7,1 juta orang dari seluruh Indonesia dan cabang-cabang luar negeri. "Itu belum masuk semua," imbuhnya.

Gus Yaqut menjelaskan, upaya kaderisasi terus menerus merupakan bagian dari salah satu upaya mempertahankan ideologi negara. Dalam kaderisasi Ansor, selalu ditanamkan kecintaan pada negara dan tanah air dan seterusnya.

Selain itu, kader diyakinkan bahwa mempertahankan tanah air ini sama dengan mempertahankan warisan para Kiai, warisan Muassis Jamiyah NU. Menurut Gus Yaqut, hal ini bagian dari harga diri yang tidak boleh diinjak oleh orang yang ingin mengganggu eksistensi negara ini. Itu yang terus kami tekankan.

"Kalau dalam gerakan di lapangan, kita bisa lihat teman-teman di daerah, setiap kegiatan selalu melibatkan pemeluk agama yang berbeda. Kami tidak pernah memandang etnis dalam melakukan aktivitas organisasi. Itu bagian dari upaya kita merawat Indonesia," papar Gus Yaqut.

Termasuk ketika Banser menjaga rumah ibadah agama lain. Banser menjaga gereja, kata Gus Yaqut, bagian dari upaya menjaga keberagaman.

"Gus Dur pernah mengatakan, menjaga gereja itu bukan semata menjaga gereja secara fisik tapi juga menjaga Indonesia. Karena kita yang muslim mayoritas, maka yang mayoritas wajib melindungi yang minoritas. Dan ini saya kira menjadi keyakinan dan terpatri dalam kesadaran kader Ansor dan Banser," ucap Gus Yaqut.

Gus Yaqut juga berpesan kepada masyarakat terkait posisi GP Ansor.

Pertama, jangan pernah meragukan Ansor dalam mengabdikan diri pada Tanah Air ini. Gus Yakut meminta agar masyarakat yakin bahwa Ansor tidak mungkin melakukan sesuatu di luar akal sehat.

Kedua, terkait anggapan terhadap Banser yang selalu difitnah membubarkan pengajian. Menurut Gus Yaqut, Banser selalu mengorientasikan setiap gerakannya untuk bangsa dan negara serta kepada ulama. Sehingga tidak ada cerita jika selama ini Banser bubarkan pengajian.

"Kalau Ansor menolak beberapa ustadz atau penceramah memang iya, tapi mesti dilihat dong alasannya. Semisal yang pernah terjadi misalnya Ansor menolak Felix Siauw karena dalam setiap ceramahnya, baik eksplisit maupun implisit, selalu menawarkan Khilafah Islamiyah, bentuk negara yang di luar kesepakatan kita, NKRI ini," ujar Gus Yaqut.

Gus Yaqut juga tidak bisa membayangkan seandainya  Ansor dan Banser tidak secara tegas melakukan penolakan pada gerakan yang menginginkan bentuk negara lain.

"Mungkin Indonesia sudah tidak karu-karuan. Kami melakukan ini dengan cuma-cuma. Kami tidak mendapatkan fasilitas dari negara. Ini bentuk kecintaan kami kepada Tanah Air," katanya. [dutaislam.com/pin]


close
Banner iklan disini