Felix Tulis Penghapusan Perang di Buku Sejarah, Menag: Tidak Benar Sama Sekali!
Cari Berita

Advertisement

Felix Tulis Penghapusan Perang di Buku Sejarah, Menag: Tidak Benar Sama Sekali!

Duta Islam #03
Jumat, 20 September 2019

Felix Siauw (kiri) dan Mentri Agama Lukman Hakim (kanan) saat memberi sambutan dalam Launching Peringatan Hari Santri di Gedung Kemenag, Tamrin, Jakarta Pusat, Kamis (19/09/2019). Foto: Istimewa.
DutaIslam.Com - Mentri Agama Lukman Hakim membantah adanya isu bahwa materi perang dalam Sejarah Islam akan dihapus.

"Tidak benar sama sekali. Jadi tidak ada materi sejarah Islam yang di hapuskan tidak ada," kata Mentri Lukman Hakim usai Launching Peringatan Hari Santri "Seribu Cahaya Santri untuk Perdamaian Dunia" di Gedung Kemenag, Jakarta Pusat, Jumat (19/09/2019).

Sebaliknya, kata Menag, buku sejarah Islam akan dilengkapi dengan bagian-bagian penting dari sejarah Nabi Muhammad. Terutama dalam membangun peradaban Islam yang menjunjung tinggi harkat dan derajat kemanusiaan.

"Yang ada adalah sejarah Islam yang diwarnai atau diisi dengan peperangan satu atau yang lain yang mengesankan seakan-akan sejarah Islam itu isinya hanya peperangan, ini yang akan kita lengkapi dengan mengisi bagian-bagian penting yang berkaitan dengan sejarah rasul yang sesungguhnya tidak hanya diisi oleh perang saja, tapi waktu yang dijalani rosul itu lebih banyak digunakan untuk membangun peradaban, untuk menjunjung tinggi harkat dan derajat kemanusiaan," papar Menag.

Menag melanjutkan, dengan penambahan tersebut diharapkan siswa dapat memahami Rasulullah sebagai sosok yang penuh kasih sayang dan kedamaian. Dan faktanya memang demikian yang dilakukan Rasulullah.

"Jadi tidak menghilangkan peperangan. Peperangan menjadi bagian yang tidak bisa terpisahkan dari sejarah rasul dan sejarah Islam, tapi itu bukan satu-satunya. Itu poinnya," jelas Lukman Hakim.

Sebelumnya, Isu penghapusan materi perang dalam buku Sejarah Islam dihembuskan di media sosial yang salah satunya dilakukan tokoh Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Ustadz Felix Siauw.

"Sedih banget, ketika saya menyaksikan tayangan-tayangan hari-hari ini, yang ditujukan buat remaja, pelajar dan santri. Yang justru nggak mencerminkan mereka sama sekali. Di waktu yang sama, saya baca bahwa yang berwenang justru akan menghapuskan kisah-kisah peperangan dalam Islam, karena dianggap radikal dan tak pantas," tulis Felix di akun Facebooknya, Kamis (19/09/2019).

Menurut Felix, jika perang dihapus maka siswa akan menjadi lembah dan penakut. Felix pun merasa tidak bisa terbayang di masa depan jika hal itu terjadi.

"Dari sini saya kebayang banget masa depan. Anak-anak kita jadi lemah, penakut, nggak punya loyalitas, nggak mau berkorban, dan nggak ngerti kekesatriaan. Disaat yang sama, mereka jadi lebay, baper negatif, jadikan cinta dan pacaran sebagai dewa, cowok-cewek nggak ada batesan lagi, generasi rapuh," ujar Felix.

Dalam tulisan tersebut, Felix tidak mencantumkan dari siapa informasi tersebut berasal.[dutaislam.com/pin]

close
Banner iklan disini