Disaat Ijab Kabul, Suami Menanggung Dosa Istri dan Mencium Bau Surga
Cari Berita

Advertisement

Disaat Ijab Kabul, Suami Menanggung Dosa Istri dan Mencium Bau Surga

Duta Islam #07
Senin, 30 September 2019

do.a ijab kabul
Penjelasan suami ijab kabul. Foto: istimewa
DutaIslam.Com - Saya terima nikahnya.... binti.... dengan mas kawin......di bayar tunai....”.Singkat, padat dan jelas. Tapi tahukan makna “perjanjian atau ikrar” tersebut? Itu tersurat. Tetapi apa pula yang tersirat?

Yang tersirat ialah : Artinya: ”Maka aku tanggung dosa-dosanya si dia (perempuan yang ia jadikan istri) dari ayah dan ibunya. Dosa apa saja yang telah dia lakukan. Dari tidak menutup aurat hingga ia meninggalkan shalat. Semua yang berhubungan dengan si dia (perempuan yang ia jadikan istri), aku tanggung dan bukan lagi orang tuanya yang menanggung.

Baca: Perihal Sunnah Rasul Malam Jumat itu Keliru

Serta akan aku tanggung semua dosa calon anak-anakku juga, sekiranya aku gagal dan aku lepas tangan dalam menunaikan tanggung jawab, maka aku fasik, dan aku tahu bahwa nerakalah tempatku kerana akhirnya isteri dan anak-anakku yang akan menarik aku masuk kedalam Neraka Jahanam.

Dan Malaikat Malik akan melibas aku hingga pecah hancur badanku. Akad nikah ini bukan saja perjanjian aku dengan si isteri dan si ibu bapak isteri, tetapi ini adalah perjanjian terus kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala ". Jika aku gagal (si suami) ? "Maka aku adalah suami yang fasik, ingkar dan aku rela masuk neraka. Aku rela malaikat menyiksaku hingga hancur tubuhku”.
(HR. Muslim)

Duhai para istri, begitu beratnya pengorbanan suamimu terhadapmu. Karena saat ijab terucap, Arsy-Nya berguncang karena beratnya perjanjian yang dibuat olehnya di depan Allah, dengan disaksikan para malaikat dan manusia. Maka andai saja kau menghisap darah dan nanah dari hidung suamimu, maka itupun belum cukup untuk menebus semua pengorbanan suami terhadapmu.

Do.a Ijab Kabul


Beratnya beban yang ditanggung suami bukankah untuk meringankan tanggung jawabnya itu, berarti seorang istri harus patuh kepada suami, menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya? Juga mendidik putra-putri kita nanti agar mengerti tentang agama dan tanggung jawab.

Semoga kita semua menjadi orang tua yang dapat memberikan yang terbaik untuk anak-anak kita kelak dengan agama dan cinta kasih sehingga tercipta keluarga kecil yang sakinah, mawaddah,dan warahmah.

Sahabat semoga kita selalu dalam lindungan-Nya yang dilimpahkan kesehatan, kebahagiaan, keselamatan dan kemudahan untuk selalu beribadah kepada-Nya.

Baca: Penjelasan Hukum Cerai atau Talak Menurut Islam

Subhanallah. Semoga kita dapat mengambil pengetahuan bermanfaat yang bernilai ibadah lewat tulisan ini dan mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Aamiin. [dutaislam/ka]

close
Banner iklan disini