Video Mantan Mentri SBY Adhyaksa Dukung Khilafah Kembali Ramai Disorot
Cari Berita

Advertisement

Video Mantan Mentri SBY Adhyaksa Dukung Khilafah Kembali Ramai Disorot

Duta Islam #03
Jumat, 16 Agustus 2019

Screenshot Mantan Mentri SBY Adhiyaksa di Muktamar HTI 2013. Foto: Istimewa.
DutaIslam.Com - Tahun 2017 lalu Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Adhyaksa Dault jadi perbincangan setelah rekaman video dirinya mendukung tegakknya khilafah beredar di Media Sosial. Adhyaksa pun sempat mengeluarkan pembelaan bahwa dirinya setia Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Klarifikasi itu tayang di Beritasatu.com

Kini video tersebut kembali ramai dibicarakan menyusul masih hangatnya isu khilafah. Akun Twitter @AhlulQohwah memposting video tersebut, Kamis (15/08/2019).

"Sekelas menteri saja menganggap yang berbeda penafsiran tentang khilafah sebagai orang gila. Maka tidak heran, saat punya akses senjata dan peledak, kerusakan yang diakibatkan sungguh tak terkira. Bom Thamrin adalah buah karya Bahrum Naim, eks HTI," tulis AhlulQohwah memberi caption video tersebut.

Dalam video tersebut Adhiyaksa mengatakan bahwa kehadirannya dalam agenda HTI itu adalah karena sesuatu yang dia klaim sebagai hadis Nabi Muhammad SAW. Menurut Adhiyaksa, Nabi sudah jelas mengatakan bahwa khilafah niscaya akan terwujud di muka bumi ini. Dengan berbekal keyakninan itulah, dia kemudian hadir dan mendukung organisasi yang berpusat di Kerajaan Inggris itu.

“Kalau ada orang yang mengatakan Khilafah itu utopis, itu orang gila, menurut saya,” kata Adhyaksa dalam acara muktamar HTI 2013 di Gelora Bung Karno, Jakarta, tersebut.

Adhyaksa meyakini bahwa khilafah adalah tanda-tanda kenabian Muhammad SAW. Sehingga dengan atau tanpa bantuan mereka, khilafah pasti akan berdiri.

“Tanpa atau peran kita khilafah pasti berdiri. Cuman bagaimana kita ikut dalam proses itu,” tuturnya dengan percaya diri.

Namun, menurut Adhyaksa, bentuk dukungan untuk menegakkan khilafah itu bisa bermacam-macam, tergantung orangnya. Hanya saja niat yang tertanam dalam hati mereka jelas adalah satu.

Saat ditanya mengenai tema muktamar “Perubahan Besar Dunia Menuju Khilafah”, Adhyaksa menjawab, bahwa perubahan besar tidak bisa dilakukan jika hanya dalam lingkup yang kecil, ibarat tulang Ikan.

“Ada teori tulang utama Ikan. Kalau tulang utama Ikan tidak berubah, itu tulang-tulang kecilnya ngga berubah. Jadi tulang utamanya harus dirubah,” jelas Adhyaksa.

Dia mencontohkan Bank-Bank dunia sekarang ini sedang bergerak mencari cara menyelamatkan perekonomian liberalisme. Dan salah satu cara yang digunakan adalah dengan memberikan stempel syariah pada produk perbankan.

“Semua sekarang pakai syariah. Di Indonesia saja banyak yang pakai syariah sekarang. Tidak bisa dicegah InsyaAllah,” tukasnya.

Saat ditanya mengenai persetujuan dan dukungannya terhadap gerakan Hizbut Tahrir, Adhyaksa dengan tegas menyatakan setuju.

“Oy ya setuju. Gimana tidak setuju. Kalau ngga setuju saya ngga kesini,” ungkapnya dengan sumringah.
Hingga berita ini ditulis, video berdurasi 02.20 menit tersebut telah ditonton sebanyak 26.3K kali dan diretweet 147 kali. Beragam komentar negatif pun kembali bermunculan.

"Serasa menunggu waktu ... BOM MELEDAK !!! Please Pak
@jokowi lakukan tindakan buat para pendukung HTI yang sudah dibubarkan 🙏🙏🙏😥," tulis akun bernama @Endoe21. [dutaislam.com/pin]

close
Banner iklan disini