Shalawat Nariyah Dengan Kajian Nahwu Sharaf
Cari Berita

Advertisement

Shalawat Nariyah Dengan Kajian Nahwu Sharaf

Duta Islam #07
Selasa, 20 Agustus 2019

shalawat nariyah amalan
Shalawat nariyah dengan kajian nahwu sharaf. Foto: istimewa
DutaIslam.Com - Berikut akan membahas Sholawat Nariyah berdasarkan gramatika arab (Nahwu Shorof), kalimat-kalimat yang hanya dijadikan persoalan oleh sebagian golongan.

Sebelum pembahasan, perlu diketahui bahwa bersholawat kepada Nabi SAW adalah perintah Allah terhadap orang yang beriman untuk memohon rahmat kepada Nabi.

. ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺻَﻞِّ ﺻَﻼَﺓً ﻛَﺎﻣِﻠَﺔً ﻭَﺳَﻠِّﻢْ ﺳَﻼَﻣًﺎﺗَﺎﻣًّﺎ ﻋَﻠَﻰ ﺳَﻴِّﺪِﻧَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪِﻧِﺎﻝَّ
ﺫِﻱْ ﺗَﻨْﺤَﻞُّ ﺑِﻪِ ﺍﻟْﻌُﻘَﺪُ، ﻭَﺗَﻨْﻔَﺮِﺝُ ﺑِﻪِ ﺍﻟْﻜُﺮَﺏُ، ﻭَﺗُﻘْﻀَﻰ ﺑِﻪِ ﺍﻟْﺤَﻮَﺍﺋِﺞُ، ﻭَﺗُﻨَﺎﻝُ ﺑِﻪِ ﺍﻟﺮَّﻏَﺎﺋِﺐُ، ﻭَﺣُﺴْﻦُ ﺍﻟْﺨَﻮَﺍﺗِﻢِ، ﻭَﻳُﺴْﺘَﺴْﻘَﻰ ﺍﻟْﻐَﻤَﺎﻡُ، ﺑِﻮَﺟْﻬِﻪِ ﺍﻟْﻜَﺮِﻳْﻢِ، ﻭَﻋَﻠَﻰ ﺁﻟِﻪِ ﻭَﺻَﺤْﺒِﻪِ، ﻓِﻲْ ﻛُﻞِّ ﻟَﻤْﺤَﺔٍ ﻭَﻧَﻔَﺲٍ ﺑِﻌَﺪَﺩِ ﻛُﻞِّ ﻣَﻌْﻠُﻮْﻡٍ ﻟَﻚَ .

Langsung dari penjelasan : ﺍﻟﺬﻯ disini adalah Isim maushul tunggal laki-laki yang menjadi na’at/shifat dari
ﻣﺤﻤّﺪ ﺗَﻨﺤﻞّ ﺑﻪ ﺍﻟﻌُﻘﺪ

Dengan beliau SAW akan terlepas beberapa ikatan (kesusahan-kesusahan)

Baca: Hikmah Perbedaan Dalam Merujuk Dhamir

.ﺗَﻨﺤﻞّ adalah fiil mudlori’ dari madli َﺍﻧﺤﻞّ yang mengikuti ﺍﻧﻔﻌﻞ yang berfaidah menjadi muthowaahnya ﻓﻌّﻞ dan menjadi shilahnya isim maushul ﺍﻟﺬﻯ yang artinya adalah akan terlepas.
Muthowa'ah adalah hasilnya bekas/kesan/akibat tatkala fi'il muta'adi berhubungan dengan maf'ulnya..
.
Contoh Muthowa’ah:
: ﺣﻠّﻞ ﺍﻟﻠﻪ ُ ﺍﻟﻌﻘﺪَ ﻓﺎﻧﺤﻞّ 

Allah telah melepas beberapa ikatan (kesusahan), maka beberapa ikatan (kesusahan) terlepas.
Jadi terlepasnya beberapa ikatan (kesusahan) akibat dari Allah telah melepasnya.

Begitu juga pada kalimat ﺗَﻨﺤﻞّ menjadi jelas bahwa yang melepas adalah Allah karena faidah kalimat tersebut adalah hasilnya bekas/kesan/akibat ﻭﺗَﻨﻔﺮﺝ ﺑﻪ ﺍﻟﻜُﺮﺏ .
dan dengannya akan terbuka beberapa kesulitan.

.ﺗَﻨﻔﺮﺝ adalah fi’il mudlori’ mabni ma’lum (kalimat aktif) dari madli ﺍﻧﻔﺮﺝ mengikuti ﺍﻧﻔﻌﻞ yg berfaidah menjadi Muthowaahnya ﻓﻌّﻞ dan menjadi shilahnya isim maushul ﺍﻟﺬﻯ dengan menggunakan huruf athof wawu yang artinya adalah akan terbuka.
Penjelasannya sama dengan ﺗَﻨﺤﻞّ dan tidak perlu dan tak perlu diulang.

... ﻭَﺗُﻘْﻀَﻰ ﺑِﻪِ ﺍﻟْﺤَﻮَﺍﺋِﺞُ

Dan dengannya akan dipenuhi/­­ditunaikan beberapa kebutuhan ﺗُﻘْﺾَﻯ adalah fi’il mudlori’ mabni majhul (kalimat pasif) dari madli ﻗﻀﻲ dan menjadi shilahnya isim maushul ﺍﻟﺬﻯ dengan menggunakan huruf Athof wawu. ﺍﻟْﺤَﻮَﺍﺋِﺞُ adalah naibul fa’ilnya .

Shalawat Nariyah Amalan


Fi’il mabni majhul adalah fi’il yg tidak menyebutkan fa’ilnya (subyek) karena sudah diketahui atau disamarkan. Dan yang mengganti posisi fa’il dinamakan naibul fa’il.
Naibul Fa’il adalah Isim yang dirofa’kan baik secara lafadh atau mahal, menggantikan dan menempati tempatnya fa’il yang tidak disebutkan..

Contoh:
 ﺗَﻘْﻀِﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﺍﻟْﺤَﻮَﺍﺋِﺞَ

Allah akan memenuhi beberapa kebutuhan..
Karena yang memenuhi kebutuhan hanyalah Allah (sudah diketahui), maka fa’ilnya tidak disebutkan dan fi’ilnya dijadikan mabni majhul, menjadi:
.
. ﺗُﻘْﻀَﻰ ﺍﻟْﺤَﻮَﺍﺋِﺠُﻮَﺕﻝﺎَﻧُ
ُ ﺑِﻪِ ﺍﻟﺮَّﻏَﺎﺋِﺐُ ﻭَﺣُﺴْﻦُ ﺍﻟْﺨَﻮَﺍﺗِﻢِ ﻭَﻳُﺴْﺘَﺴْﻘَﻰ
ﺍﻟْﻐَﻤَﺎﻡُ ﺑِﻮَﺟْﻬِﻪِ ﺍﻟْﻜَﺮِﻳْﻢ .ِ

Dan akan diperoleh beberapa keinginan dan kematian yang baik (husnul khotimah) dan awan menurunkan hujan (kesedihan menjadi kebahagiaan) dengan wajahnya yang mulia. Semua fi’il-fi'ilnya berbentuk majhul (tidak menyebutkan fa’il) karena sudah diketahui fa’ilnya yakni Allah.
Penjelasannya sama seperti sebelumnya.

ﺑِﻪِ dengannya /sebab beliau Nabi SAW.
Ba' adalah Huruf jer yang mempunyai arti sababiyyah (sebab) dan berta’alluq (terhubung) pada fi’il.

Baca: Shalawat Nariyah Menyelamatkan Mahasiswi Ini dari Jeratan Salafi Wahabi

Jadi, Nabi SAW dijadikan sebab (wasilah/perantara) atas terlepasnya beberapa ikatan (kesusahan-kesusahan) dan terbukanya beberapa kesulitan, dan seterusnya....
Wallahu A'lam. [dutaislam/ka]

close
Banner iklan disini