Saya Tidak Kenal Mbah Moen
Cari Berita

Advertisement

Saya Tidak Kenal Mbah Moen

Duta Islam #02
Senin, 12 Agustus 2019

Ilustrasi: istimewa

Oleh Gatot Nugroho

DutaIslam.Com - “Islam tak akan roboh karena hormati pemeluk agama lain." Demikian ungkapan (yang sungguh berkesan bagi Saya) dari KH Maimoen Zubair yang Saya baca pagi ini sehabis subuh. Orang lain boleh berbeda pikiran, sih, tapi ya silakan sajalah.

Saya jadi teringat pembicaraan bersama komisaris utama perusahaan tempat Saya bekerja kemarin paginya. Saat itu beliau sedang menunggui kami menyiapkan materi presentasi seraya berdiskusi kecil. Sekian menit di antaranya Saya membaca berita wafatnya mBah Moen dari grup WA dan tengah menuliskan ungkapan bela sungkawa. Saat itulah beliau bicara begitu pelan seolah berguman: "mBah Moen wafat, ya? Beliau orang baik." Rupanya beliau mendapat berita yang sama dari grup WA lain juga.

Beliau lantas bercerita bagaimana pergaulan masa muda beliau di kampung, di kampus dan di kost (beliau kuliah di ITB) yang begitu plural tapi begitu dekat satu sama lain. Beliau menyesalkan kondisi sekarang di mana masyarakat semakin terkotak karena SARA. Beliau terlihat begitu terkesan dan bangga saat menyebutkan nama-nama lain yang dikaguminya seperti Quraish Shihab, Buya Syafi'i Maarif serta Gus Mus. O, ya, beliau adalah seorang non muslim. Pembicaraan lalu bergeser di seputaran SARA. Betapa dalam semua agama selalu saja ada yang berpandangan negatif terhadap issue kebhinekaan dan yang berkaitan dengannya di negeri ini, namun tak perlu Saya bahas lebih jauh.

Yang mau Saya garis bawahi adalah tentang kebaikan seseorang yang menyebar sedemikian jauh melampaui sekat serta perbedaan apa pun dan begitu membekas -berkesan bagi orang lain sehingga kepergiannya sanggup membawa serta rasa kehilangan mendalam bagi mereka. Saya menyaksikannya. Saya takjub karenanya.

Pagi ini, dari media sosial Saya melihat gambar sebuah gereja memajang foto dan mendoakan kepergian mBah Moen. Seluruh tokoh negeri ini menuliskan kesan mereka tentang beliau dan menunjukkan betapa dalam kehilangan itu. Saya menangis haru karena mengalami ini semua. Baru menyadari apa yang dimiliki setelah ditinggal pergi. Saya tidak mengenal mBah Moen, tapi ternyata belajar banyak dari almarhum. Selamat jalan, kiranya diberikan-Nya yang terbaik untuk almarhum mBah Moen dan keluarga semua. Juga untuk bangsa ini... [dutaislam.com/gg]

Source: FB Gatot Nugroho

close
Banner iklan disini