Perusahaan Milik Pemerintah Cenderung Lengah, Makanya Terpapar Paham Radikal
Cari Berita

Advertisement

Perusahaan Milik Pemerintah Cenderung Lengah, Makanya Terpapar Paham Radikal

Duta Islam #03
Jumat, 23 Agustus 2019

Kajian Perkantoran Libatkan Ustadz Radikal. Foto: Istimewa.
DutaIslam.Com - Perusahaan milik pemerintah dan swasta cenderung lengah dalam mengelola sumber daya manusia (SDM). Akibatnya banyak pegawai yang terpapar paham radikal.

Hal ini disampaikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius saat menjadi pembicara dalam acara Mandiri Syariah Culture Summit 2019 di Kantor Pusat Bank Syariah Mandiri, Jakarta, Kamis (22/08/2019).

Suhardi mengajak seluruh pengelola perusahaan baik milik pemerintah maupun swasta untuk menjaga karyawannya dari paham radikal.

"Kita lihat, tempat ibadah di kementerian dan lembaga, ada juga perguruan tinggi banyak yang disusupi. Mengapa? Karena SDM-nya lengah, underestimate, sehingga dimaanfaatkan, sudah berkelompok mereka, jadi tolong SDM amati betul," ujar Suhadi dikutip dari Liputan6.com.

Suhardi juga berharap para pejabat dan pemilik perusahaan memiliki pengetahuan tentang pencegahan paham radikal.

"Para pimpinan bertanggung jawab menyampaikan, menularkan informasi yang telah diterima, dan paling penting bagaimana tahapan-tahapan masuknya paham radikal itu bisa diidentifikasi oleh pegawai," ujar mantan Kabareskrim Polri ini.

Para pegawai diharapkan bisa melakukan langkah-langkah pencegahan dengan memberikan pencerahan, sehingga nantinya isu dan paham seperti itu bisa dieliminasi, direduksi, dan dihilangkan.

Dalam postingan Dutaislam.com Sabtu 06 Juli 2019 lalu diberitakan bahwa sebuah lembaga bernama 'Kajian Perkantoran' mengakomodir ustadz-ustadz untuk mengisi kajian keagamaan di perkantoran seperti di PT PLN Persero dan lain sebagainya.

Hanya saja salah satu ustadz yang dipakai adalah dedengkot HTI yang belum pernah berikrar mengakui Pancasila dan NKRI layaknya Felix Siauw. Selain Felix, ada juga gurunya sesama aktivis Hizbut Tahrir seperti yakni Fatih Karim.

Hal ini diketahui dari postingan akun Instagram Kajian Perkantoran @kajianperkatoran (24/01/2019). Baca: 'Kajian Perkantoran' Promosikan Ustaz yang Tak Akui Pancasila dan NKRI Macam Felix Siauw [dutaislam.com/pin]

close
Banner iklan disini