Persamaan serta Perbedaan Shalat Idul Fitri dan Idul Adha
Cari Berita

Advertisement

Persamaan serta Perbedaan Shalat Idul Fitri dan Idul Adha

Duta Islam #04
Sabtu, 03 Agustus 2019

Penjelasan persamaan dan perbedaan antara shalat Idul Fitri dan shalat Idul Adha (sumber: istimewa)
Hari raya Idul Adha dan Idul Fitri merupakan hari bahagia umat Islam. Ekspresi kebahagian umat Islam tercerminkan dari menggemanya kalimat takbir di penjuru dunia.

DutaIslam.Com - Di dalam perayaan Idul Adha dan Idul Fitri, umat Islam senantiasa dihiasi semangat berbagi dengan orang-orang yang tidak mampu. Idul Adha dibuktikan dengan penyembelihan qurban dan idul Fitri dengan wajibnya zakat fitrah.

Kedua hari raya ini mempunyai banyak kesamaan. Misalnya, adanya amalan puasa sebelum memasuki hari raya Idul Adha dan Idul Fitri. Namun, keduanya juga memiliki perbedaan di beberapa hal tertentu.

Baca: Begini Fakta Puasa Tanggal 9 Dzulhijjah Tidak Harus Mengacu Kepada Wukuf di Arafah

Dalam hal shalat misalnya, juga mempunyai kesamaan dan perbedaan. Baik pada hari raya Idul Adha atau Idul Fitri, umat Islam disunahkan melakukan shalat berjamaah.

Kesamaan shalat Idul Adha dan Idul Fitri terkait hukum pelaksanaan shalat. Mayoritas ulama berpendapat shalat Idul Adha atau idul Fitri keduanya bersifat sunnah muakkad. Meskipun, ulama Madzhab Hanafi menyatakan hukumnya wajib.

Kemudian kesamaan keduanya dalam hal praktek shalat, jumlah rakaat, tahun disyariatkannya, dan disunahkannya dua khutbah setelah melaksanakan shalat. Shalat ied disyariatkan di dalam Islam pada tahun kedua hijriyah.

Baca: Ini Dalil Puasa Sunnah Tarwiyah

Persamaan antara kedua itu ada pada masahal hukum, tahun pensyariatan, jumlah rakaat, tidak ada adzan dan iqamah, tidak ada shalat sunnah sebelum dan sesudah, disunnahkan ada khutbah seusai shalat, dihadiri oleh semua kalangan, dikerjakan oleh Nabi di luar kota Madinah, dikejakan di waktu dhuha, dan lainnya.

Di dalam melaksanakan shalat, keduanya dilakukan sebanyak dua rakaat dengan tujuh kali takbir di luar takbiratul ihram pada rakaat pertama dan lima kali takbir di luar takbir intiqal pada rakaat kedua.

وَعَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ   قَالَ : قَالَ نَبِيُّ اللَّهِ التَّكْبِيرُ فِي الْفِطْرِ سَبْعٌ فِي الأولَى وَخَمْسٌ فِي الأخْرَى وَالْقِرَاءَةُ بَعْدَهُمَا كِلْتَيْهِمَا

"Dari Amr bin Syu'aib dari ayahnya dan dari kakeknya berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,"Takbir di shalat Idul Fithri tujuh kali di rakaat pertama dan lima kali di rakaat yang kedua. Dan membaca ayat Al-Quran sesudah takbir pada keduanya” (HR. Imam Abu Daud)

Baca: Keutamaan Sepuluh Hari Pertama Bulan Dzulhijjah

Selain itu, shalat Idul Fitri dan Idul Adha keduanya tidak didahului adzan atau iqamah, hanya dianjurkan mengucapkan ashshalatu jamiah. Kemudian waktu pelaksanaan keduanya juga sama-sama di waktu dhuha. Shalat ied tidak boleh dilaksanakan setalah memasuki waktu dzuhur.

Sedangkan perbedaan shalat Idul Adha dan Idul Fitri terletak pada masalah waktu serta kesunahan sebelum melaksanakan shalat. Shalat Idul Adha dilakukan lebih awa daripada shalat Idul Fitri.

أنَّ رَسُول اللَّهِ كَتَبَ إِلَى بَعْضِ الصَّحَابَةِ : أَنْ يُقَدِّمَ صَلاَةَ الأْضْحَى وَيُؤَخِّرَ صَلاَةَ الْفِطْرِ

Bahwa Rasulullah SAW memerintahkan kepada beberapa shahabatnya untuk memajukan waktu shalat Adha dan mengakhirkan waktu shalat fithr. (HR. Imam asy-Syafi'i).

Pada hari raya Idul Adha, umat Islam disunahkan untuk tidak makan hingga selesai menjalankan shalat ied. Sedangkan ketika Idul Fitri, umat Islam justru disunahkan makan terlebih dahulu sebelum melaksanakan shalat. [dutaislam.com/in]

close
Banner iklan disini