Penyebar Video Hoaks 'Banser Pakai Mobil TNI' Dilaporkan ke Polisi
Cari Berita

Advertisement

Penyebar Video Hoaks 'Banser Pakai Mobil TNI' Dilaporkan ke Polisi

Duta Islam #03
Rabu, 28 Agustus 2019

Screenshot video hoaks Banser pakai mobil TNI. Foto: Istimewa.
DutaIslam.Com - GP Ansor Provinsi Banten menempuh jalur hukum terkait video viral yang menyebut anggota Banser menggunakan mobil TNI untuk apel ke pacar. GP Ansor melaporkan akun penyebar berita hoaks tersebut dilaporan ke polisi.

"Yang jelas kami melakukan jalur hukum dengan membuat laporan di Polres Tangerang. Karena peristiwanya di sini terkait beberapa akun medsos yang kami indikasikan menjadi pengunggah awal-awal," kata Sekretaris GP Ansor Banten Khoirul Huda Huda, Senin (27/08/2019) dikutip dari Kompas.com.

Huda mengatakan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Detasmen Polisi Militer (Denpom) Tangerang, Senin (26/8/2019), malam setelah mendapatkan informasi bahwa kejadian tersebut berlangsung pada April 2019 lalu dan diunggah ulang pada Agustus ini. Terlebih dalam narasi video tersebut menyebutkan nama Banser yang membawa mobil dengan pelat TNI.

"Karena ini diunggah di media sosial kembali, namanya netizen dan itu share ulangnya bisa ribuan. Mudah-mudahan pihak polres bisa segera menangkap penyebar video," kata Huda.

Anggota GP Ansor yang mendatangi Polres Tangerang pada Selasa (27/08/2019). untuk melapor terkait penyebaran video viral yang menyebutkan anggotanya ditindak TNI karena penyalahgunaan atribut. Foto: Kompas.com.
Sebelumnya, ramai di media sosial yang kebanyakan disebarkan akun-akun pembenci Banser beredar sebuah video yang di-hoax-kan anggota Banser mengaku sebagai TNI.

Berikut narasi yang beredar:

Dandenpom Tangerang, Letkol Cpm Indra Jaya, mengamankan mobil plat Dinas yang dipakai orang sipil. Setelah diperiksa di kantor polisi militer ternyata pengendara tersebut adalah anggota Banser yang akan apel ke pacarnya yang mengaku anggota TNI Sespri pejabat militer.

Kasatkorcab Banser Kota Tangerang Hartono saat itu akhirnya melakukan pengecekan ke lapangan, yaitu mendatangi Denpom Tangerang.

Sikitar pukul 19.00 WIB (26/08/2019), Hartono didampingi salah satu Banser Tangerang Abdul Maksum, datang ke Denpom Tangerang bertemu dengan petugas piket dan menyampaikan maksud dan tujuanya untuk melihat fakta yang sebenarnya.

Menurut Hartono, dari penjelasan yang disampaikan oleh petugas piket di Denpom, mereka mengatakan bahwa peristiwa yang ada di video itu terjadi sekitar Bulan Maret 2019 di Sekitar Blok M Jakarta Selatan.

"Di dalam mobil tersebut ada 4 orang  terdiri dari 1 securty dan 3 kuli bangunan," ungkapnya.

Menurut petugas piket tersebut, lanjut Hartono, security yang membawa mobil dengan Plat No TNI tersebut dipastikan bukan anggota Banser.

"Seorang Security yang kebetulan bekerja dengan bos yang punya hubungan baik dengan oknum TNI," tandasnya. [dutaislam.com/pin]

close
Banner iklan disini